Motor Listrik Nasional Segera Diluncurkan, Pabrikan Lokal Berpeluang Jadi Andalan

Author: Cung Media

Rencana peluncuran motor listrik nasional memberi sinyal baru bagi industri kendaraan roda dua Indonesia. Program ini berpotensi membuka ruang lebih besar bagi pabrikan lokal yang telah membangun fasilitas produksi, komponen, hingga ekosistem baterai.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan peluncuran tersebut akan dilakukan dalam beberapa minggu mendatang. Namun, merek dan model yang akan diperkenalkan masih belum diumumkan kepada publik.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat Panen Raya Bersama TNI di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). “Saya akan launching beberapa minggu ini, motor listrik nasional,” ujar Prabowo.

Belum terungkapnya identitas produk membuat arah program ini masih terbuka untuk beberapa kemungkinan. Motor tersebut dapat hadir sebagai merek baru, hasil kolaborasi dengan produsen yang sudah beroperasi, atau penguatan salah satu produk lokal yang telah tersedia.

Pasar Lokal Sudah Memiliki Sejumlah Kandidat

Industri motor listrik Indonesia tidak berangkat dari nol karena sejumlah merek telah menjual produk dan membangun jaringan pendukung di dalam negeri. Gesits, Alva, Polytron, Volta, United E-Motor, dan Selis menjadi nama yang relevan dalam pembicaraan mengenai kesiapan manufaktur lokal.

Merek Konteks di Industri Fokus Pendukung
Gesits Dikaitkan dengan riset anak bangsa dan BUMN Pabrikan motor listrik lokal
Alva Berada di bawah Ilectra Motor Group Lokalisasi komponen dan ekosistem baterai
Polytron Memasarkan seri Fox-R Lokalisasi komponen dan perakitan baterai
Volta Didukung ekosistem digital Sistem tukar baterai
United E-Motor dan Selis Memiliki sertifikasi TKDN di atas 40 persen Produk lokal bersertifikasi TKDN

Gesits dikenal sebagai salah satu nama yang sejak awal dikaitkan dengan riset anak bangsa dan BUMN. Di sisi lain, Alva dan Polytron telah menjadi bagian dari persaingan kendaraan listrik roda dua di pasar domestik.

Alva berada di bawah Ilectra Motor Group, sedangkan Polytron memasarkan seri Fox-R. Keduanya juga terus mendorong lokalisasi pada bagian seperti rangka, bodi, serta proses perakitan baterai di Indonesia.

Volta membawa pendekatan berbeda melalui dukungan ekosistem digital dan sistem tukar baterai. Menurut Kompas.com, United E-Motor serta Selis juga telah mengamankan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN di atas 40 persen.

TKDN Menentukan Arti Produk Nasional

Status sebagai produk buatan dalam negeri tidak hanya ditentukan oleh proses perakitan akhir. Keterlibatan komponen lokal dan proses produksi di Indonesia menjadi bagian penting dalam penguatan identitas motor listrik nasional.

Upaya lokalisasi yang dilakukan sejumlah produsen menunjukkan bahwa fasilitas manufaktur lokal sudah terlibat dalam pengembangan kendaraan listrik roda dua. Hal tersebut dapat menjadi modal ketika pemerintah menentukan standar dan arah produk yang akan diluncurkan.

Pabrikan Jepang juga mulai menyesuaikan langkah dengan kebutuhan industri domestik. Honda, misalnya, merakit lokal Honda EM1 e: untuk memenuhi standar industri di Tanah Air.

Kesiapan produksi akan berkaitan langsung dengan kemampuan motor listrik nasional menjangkau pengguna lebih luas. Tantangannya bukan semata menghadirkan kendaraan yang terjangkau, melainkan juga menyediakan produk yang cukup tangguh untuk dipakai setiap hari.

Kebutuhan Petani Menuntut Infrastruktur yang Siap

Prabowo turut menyinggung harapannya agar teknologi kendaraan listrik dapat digunakan oleh petani di berbagai daerah. “Saya berharap nanti petani-petani kita minimal naik motor. Motor listrik. Siapa tahu ada yang pakai mobil semuanya,” kata Prabowo.

Target penggunaan di wilayah pertanian membuat kebutuhan kendaraan tidak sama dengan pemakaian di perkotaan. Motor harus memiliki durabilitas, torsi instan untuk membawa beban, serta akses pengisian daya yang mudah dijangkau.

Sistem tukar baterai dapat menjadi salah satu pilihan bagi pengguna yang tidak dapat menunggu pengisian daya dalam waktu lama. Baterai kosong dapat ditukar dengan baterai yang telah terisi pada titik penukaran terdekat.

Model tersebut telah diusung oleh Volta, Smoot, serta ekosistem Alva dan Polytron. Ketersediaan titik penukaran baterai akan menjadi faktor penting jika penggunaan motor listrik ingin diperluas hingga kawasan di luar kota besar.

Peluncuran motor listrik nasional nantinya akan menjadi penanda penting bagi arah elektrifikasi roda dua di Indonesia. Merek, model, tingkat kandungan lokal, serta skema infrastruktur yang diumumkan akan menentukan seberapa jauh program ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan petani.

Source: otomotif.kompas.com
Terbaru