Seekor monyet berbulu hitam dengan bibir oranye mencolok di Republik Demokratik Kongo kini diakui sebagai spesies baru. Primata bernama ilmiah Colobus congoensis itu membawa petunjuk tentang perpecahan garis evolusi yang terjadi sekitar 4 hingga 5 juta tahun lalu.
Penemuan ini penting karena spesies tersebut menjadi monyet baru kelima di Afrika yang berhasil diidentifikasi dalam 75 tahun terakhir. Warga setempat telah lama mengenalnya dengan nama Likweli, sementara para peneliti menemukan bukti bahwa hewan ini bukan sekadar variasi dari colobus yang telah dikenal.
Terpisah Jauh dari Kerabat Terdekatnya
Kerabat terdekat Colobus congoensis yang diketahui adalah Colobus satanas, spesies yang hidup lebih dari 1.200 kilometer jauhnya di Afrika bagian barat-tengah. Analisis genetik menunjukkan keduanya sudah menempuh jalur evolusi terpisah selama jutaan tahun.
Profesor biologi Florida Atlantic University, Kate Dewiler, menilai perbedaan itu termasuk salah satu perpecahan evolusi tertua yang diketahui dalam garis keturunan Colobus. Jarak habitat yang besar serta bukti genetik memperlihatkan masih banyak pertanyaan mengenai keragaman primata Afrika.
Identifikasi Likweli tidak hanya didasarkan pada tampilan luarnya yang berbeda. Tim dari Florida Atlantic University dan City University of New York Graduate Center juga menelaah anatomi, genetika, serta informasi ekologi dari masyarakat lokal.
Ciri Likweli yang Mudah Dikenali
Secara fisik, Likweli berukuran relatif kecil dengan bobot sekitar 6,8 kilogram. Bulu hitam mengilap, rambut panjang, dan ekor panjang menjadi ciri utama yang membedakannya dari kerabat colobus lain di Afrika.
Wajahnya memadukan warna oranye dan krem, dengan bibir oranye yang sangat menonjol. Spesies ini juga memiliki auman menggelegar serta perbedaan pada tengkorak, gigi, dan kerangka.
| Karakteristik | Temuan pada Colobus congoensis |
|---|---|
| Nama lokal | Likweli |
| Bobot | Sekitar 6,8 kilogram |
| Bulu | Hitam mengilap dengan rambut panjang |
| Wajah | Perpaduan oranye dan krem |
| Suara | Auman menggelegar |
Pengamatan Berlangsung Bertahun-tahun
Kisah pengenalan spesies ini bermula dari foto seekor monyet yang tidak biasa pada 2008 di Republik Demokratik Kongo. Pengamatan yang lebih jelas baru dapat dilakukan sekitar satu dekade sesudahnya.
Dalam periode 2018 hingga 2022, tim mencatat 114 pengamatan terhadap monyet tersebut. Gabungan catatan lapangan, pemeriksaan anatomi, analisis genetik, dan pengetahuan warga setempat akhirnya mengukuhkan Likweli sebagai spesies tersendiri.
Habitat Sempit Menjadi Ancaman Awal
Di tengah nilai ilmiahnya, Colobus congoensis menghadapi risiko besar karena baru diamati di area sekitar 1.700 kilometer persegi. Wilayah sebaran yang terbatas membuat perubahan habitat dapat berdampak besar terhadap kelangsungan populasinya.
Peneliti mengusulkan status terancam punah karena tekanan kehilangan habitat dan perburuan. Sebagian besar habitat Likweli berada di Taman Nasional Lomami, sehingga perlindungan kawasan itu menjadi bagian penting bagi masa depan spesies yang baru dikenali ini.
