Moisturizer dan Pelembap Tak Selalu Sama, Kenali Fungsinya agar Kulit Tak Salah Rawat

Istilah moisturizer dan pelembap sering dianggap sama, padahal keduanya dapat memiliki fokus formula yang berbeda. Perbedaan ini penting diperhatikan karena kulit bisa membutuhkan tambahan air, perlindungan kelembapan, atau keduanya sekaligus.

Salah memilih produk tidak selalu berarti produk tersebut buruk, tetapi manfaatnya mungkin tidak sesuai dengan kondisi kulit saat itu. Kulit yang terasa kencang dan dehidrasi, misalnya, membutuhkan pendekatan berbeda dari kulit yang mudah kehilangan kelembapan.

Dokter estetika dan skincare educator dr. Ariesonna Lestari menjelaskan bahwa pelembap dan moisturizer dapat dibedakan melalui tekstur, kandungan, manfaat, serta waktu pemakaian. Ia menyebut pelembap umumnya lebih ringan, sedangkan moisturizer cenderung memiliki tekstur lebih kental.

Perbedaan Ada pada Fokus Kerjanya

Dalam penjelasan dr. Ariesonna, moisturizer lebih berfokus meningkatkan kadar air pada kulit sekaligus mempertahankan hidrasi. Produk ini biasanya mengandalkan bahan yang membantu menarik air ke lapisan kulit.

Sementara itu, pelembap diarahkan untuk menjaga kelembapan alami yang telah ada pada permukaan kulit. Fungsinya adalah membantu membentuk lapisan pelindung agar penguapan air berkurang dan kondisi skin barrier tetap terjaga.

AspekMoisturizerPelembap
TeksturCenderung lebih kentalCenderung lebih ringan dan mudah diserap
Fokus utamaMenghidrasi dan menambah kadar air kulitMengunci kelembapan alami kulit
Jenis kandunganHumektanEmolien dan oklusif
Contoh bahanGlycerin, hyaluronic acid, urea, PCACeramide, lipid, minyak alami, butter

Bahan humektan dalam moisturizer bekerja dengan menarik air ke kulit untuk mendukung hidrasi kulit. Contoh yang disebutkan meliputi glycerin, hyaluronic acid, aloe vera, madu, urea, dan PCA.

Pelembap dapat mengandung emolien serta oklusif yang membantu menghaluskan permukaan kulit dan mempertahankan kelembapan. Kelompok kandungan ini mencakup ceramide, lipid, minyak alami, hingga butter.

Jangan Hanya Mengandalkan Nama pada Kemasan

Nama kategori produk tidak selalu cukup untuk menentukan apakah suatu formula cocok bagi kebutuhan kulit. Daftar kandungan, tekstur, dan manfaat utama perlu diperiksa agar pilihan produk lebih tepat.

Pelembap juga dapat diperkaya bahan tambahan untuk membantu menangani masalah kulit tertentu. Dr. Ariesonna menyebut niacinamide, vitamin C, dan retinol sebagai bahan aktif yang dapat ditemukan pada beberapa produk pelembap.

Keberadaan bahan aktif membuat pengguna perlu memahami tujuan pemakaian produk, bukan sekadar melihat istilah yang tertulis pada label. Produk dengan bahan tambahan tersebut dapat memiliki fokus perawatan yang lebih spesifik dibanding formula dasar untuk menjaga kelembapan.

Menurut penjelasannya, moisturizer cenderung dapat digunakan kapan saja sesuai kebutuhan kulit. Pelembap umumnya dianjurkan digunakan pada pagi dan malam hari.

Bisa Digunakan Secara Berurutan

Perbedaan fungsi tidak membuat moisturizer dan pelembap harus dipilih secara mutlak salah satu. Keduanya dapat saling melengkapi ketika kulit membutuhkan hidrasi sekaligus perlindungan dari penguapan air.

Saat kulit mengalami dehidrasi, moisturizer dapat digunakan lebih dulu untuk membantu meningkatkan kadar air. Pelembap kemudian dapat diaplikasikan untuk membantu mengunci kelembapan tersebut dan mendukung kondisi skin barrier.

Pemilihan produk pada akhirnya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit, tekstur yang nyaman, dan kandungan yang tersedia di dalam formula. Memahami peran humektan, emolien, serta oklusif dapat membantu rutinitas perawatan kulit menjadi lebih terarah.

Source: www.suara.com
Terkait