Mobil bekas kini tidak lagi identik dengan risiko besar di kantong. Sejumlah showroom menawarkan garansi mesin dan transmisi hingga 5 tahun, ditambah emergency roadside assistance 24 jam selama periode yang sama.
Skema itu membuat pembeli lebih berani masuk ke pasar mobil second, terutama saat harga mobil baru terus naik dan pilihan kendaraan terjangkau semakin dicari. Di tengah situasi itu, minat terhadap mobil bekas bergaransi panjang ikut menanjak karena konsumen ingin harga yang lebih rendah tanpa kehilangan rasa aman.
Perlindungan yang membuat pembeli lebih tenang
Program garansi 5 tahun menjadi pembeda utama yang sekarang ditawarkan sejumlah showroom mobil bekas. Perlindungan pada mesin dan transmisi memberi kepastian tambahan untuk menekan kekhawatiran soal biaya perbaikan tak terduga.
Layanan emergency roadside assistance 24 jam juga ikut memperkuat daya tariknya. Fasilitas ini membantu ketika kendaraan mengalami masalah di jalan, sesuatu yang jarang ditemukan dalam transaksi mobil bekas konvensional.
Tren ini terlihat jelas pada pasar mobil bekas 2026, saat konsumen tidak hanya mengejar harga murah. Mereka juga memperhatikan kondisi kendaraan, kepastian purna jual, serta kemudahan kepemilikan lewat opsi tunai, uang muka, dan cicilan bulanan.
Model yang paling banyak dilirik
Di antara unit yang menarik perhatian, mobil listrik bekas mulai masuk radar pembeli. Hyundai Ioniq Prime 2021 ditawarkan dengan harga tunai Rp199.000.000, uang muka Rp53.000.000, dan cicilan Rp4,3 jutaan per bulan.
Ioniq Prime 2021 disebut punya jarak tempuh sekitar 400 kilometer. Odometernya tercatat sekitar 72.000 km, sementara pajak tahunannya disebut relatif rendah.
SUV dan crossover tetap menjadi segmen dengan permintaan tinggi. Toyota Raize 1.0 Turbo GR Sport 2021 ditawarkan dengan harga tunai Rp183.500.000, uang muka Rp27.000.000, dan cicilan Rp4,2 jutaan.
Raize menonjol karena mesin turbo yang disebut hemat bahan bakar, fitur keselamatan modern, dan tampilan sporty yang masih relevan untuk pembeli muda. Kombinasi itu membuat SUV kompak ini tetap kompetitif di pasar bekas.
Honda WR-V RS 2024 juga ikut diburu dengan harga tunai Rp229.500.000, uang muka Rp29.500.000, dan cicilan Rp5,3 jutaan.
Usia kendaraan yang masih muda menjadi daya tarik utama WR-V RS. Ground clearance tinggi menambah nilai guna, sementara fitur Honda Sensing tersedia pada beberapa varian.
Mazda CX-5 Elite Facelift 2017 melengkapi daftar SUV bekas favorit. Kehadirannya menunjukkan bahwa minat pembeli tidak berhenti pada model kompak, tetapi juga merambah SUV dengan citra yang lebih premium.
Harga mulai Rp126 jutaan jadi pintu masuk
Selisih harga yang terasa dibanding mobil baru menjadi pemicu utama naiknya minat konsumen. Bagi banyak orang, mobil bekas berkualitas dinilai lebih rasional karena dana yang dibutuhkan lebih ringan, tetapi kebutuhan mobilitas tetap terpenuhi.
Rentang harga yang dimulai dari Rp126 jutaan membuka peluang bagi lebih banyak pembeli untuk masuk ke segmen ini. Pilihan pembayaran yang beragam juga membantu, karena sebagian konsumen memilih transaksi tunai sementara yang lain mengincar skema uang muka rendah dan cicilan bulanan.
Pada akhirnya, pasar mobil bekas bergerak bukan hanya karena harga yang lebih murah. Kombinasi unit seperti Raize, WR-V, Ioniq, dan Mazda CX-5 menunjukkan bahwa pembeli kini mengejar harga, fitur, kondisi, dan jaminan purna jual dalam satu paket.
