Mitsubishi kembali menarik perhatian pasar mobil listrik dengan menyiapkan crossover baru bernama Eclipse Sportback EV untuk Amerika Utara. Model ini dijadwalkan meluncur pada paruh kedua 2026, namun yang paling mengejutkan adalah basisnya yang ternyata sangat dekat dengan Nissan Leaf generasi ketiga.
Alih-alih mengembangkan semuanya dari awal, Mitsubishi memilih jalur sinergi dalam aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi. Strategi itu membuat Eclipse Sportback EV hadir sebagai model listrik baru dengan identitas berbeda, meski fondasi teknisnya berbagi platform dengan Leaf terbaru.
Nama Eclipse kembali dipakai
Bagi Mitsubishi, nama Eclipse bukan hal asing. Beberapa tahun lalu, nama itu dihidupkan lagi lewat SUV crossover Eclipse Cross, lalu mendapat penyegaran desain pada 2020.
Kini, nama tersebut dipakai lagi untuk model yang lebih sporty melalui Eclipse Sportback EV. Embel-embel Sportback EV menegaskan posisinya sebagai crossover listrik dengan siluet yang lebih dinamis.
Wajah Mitsubishi dibedakan dari Leaf
Secara visual, Mitsubishi berusaha membuat Eclipse Sportback EV tidak terlihat seperti Nissan Leaf yang sekadar berganti logo. Perubahan paling jelas ada di fascia depan dan buritan.
Di bagian depan, bumper dibuat dengan area bawah yang lebih lebar dan diberi aksen trim horizontal. Lampu siang hari atau DRL juga tampil berbeda karena memakai grafis berbentuk huruf “J”, bukan desain trapesium seperti pada Leaf.
Logo Mitsubishi dipasang di tengah grille, yang juga dihiasi elemen vertikal untuk memperkuat identitas merek. Di bagian belakang, lampu tidak memanjang hingga pintu bagasi seperti pada Nissan Leaf, sementara tulisan Mitsubishi tampil jelas di area tailgate.
Perbedaan lain hadir lewat bumper belakang dengan aksen trim horizontal dan desain pelek yang dibuat khusus. Meski begitu, garis besar bodi tetap mirip dengan Nissan Leaf generasi ketiga.
Kabin belum diperlihatkan, tapi arahnya sudah terbaca
Mitsubishi belum merilis foto resmi interior Eclipse Sportback EV. Namun, arah desain kabinnya diperkirakan akan mengikuti Nissan Leaf dengan penyesuaian identitas khas Mitsubishi.
Layout dasbor kemungkinan menampilkan layar lebar yang menggabungkan panel instrumen digital dan sistem infotainment dalam satu bidang visual. Dengan basis yang sama, ruang kabin juga diperkirakan tetap lapang untuk kebutuhan harian.
Belum ada rincian resmi soal material interior, fitur kenyamanan, maupun konfigurasi kursi. Mitsubishi juga masih menahan informasi teknis lengkap hingga pengumuman berikutnya.
Platform sama, spesifikasi mengarah ke Leaf
Eclipse Sportback EV menggunakan platform CMF-EV yang juga dipakai Nissan Leaf terbaru. Karena itu, sistem penggeraknya diperkirakan akan mengikuti paket yang sudah tersedia pada model basisnya.
Sebagai pembanding, Nissan Leaf terbaru hadir dengan pilihan baterai 52 kWh atau 75 kWh, keduanya dipadukan dengan motor listrik penggerak roda depan. Varian awal menghasilkan tenaga 177 PS dan torsi 345 Nm, sedangkan varian yang lebih bertenaga menyuguhkan 218 PS dan torsi 355 Nm.
Angka itu belum dikonfirmasi sebagai spesifikasi final Eclipse Sportback EV, tetapi kesamaan platform memberi petunjuk kuat soal arah teknis yang akan dipakai Mitsubishi. Pendekatan ini juga memperlihatkan cara Mitsubishi mempercepat ekspansi kendaraan listrik tanpa membangun semuanya dari nol.
Bagi pasar Amerika Utara, kehadiran Eclipse Sportback EV menjadi penting karena membawa nama Eclipse ke era elektrifikasi. Di saat yang sama, model ini menunjukkan bagaimana Mitsubishi tetap mencoba menjaga identitas desain sendiri meski berbagi fondasi dengan Nissan Leaf generasi ketiga.
Source: otodriver.com






