Misi Dagang Jatim-Riau Tembus Rp 1 Triliun, Peta Saling Pasoknya Terungkap

Forum misi dagang dan investasi Jawa Timur bersama Riau menghasilkan komitmen transaksi senilai Rp1.066.031.400.000. Angka itu menembus Rp1 triliun dan memperlihatkan betapa besar ruang kerja sama ekonomi antardua provinsi yang saling melengkapi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung forum tersebut di Ballroom Hotel Novotel Pekanbaru. Dari sana terlihat pola perdagangan yang bukan hanya besar, tetapi juga kuat di sisi pasokan, bahan baku, dan produk olahan.

Nilai transaksi melonjak tajam

Komitmen transaksi tahun ini hampir tiga kali lipat dibanding misi dagang dan investasi Jatim-Riau pada 5 Maret 2020 di Pekanbaru. Saat itu, nilai transaksi yang tercatat sebesar Rp362,12 miliar dari 51 transaksi dagang.

Khofifah menyebut pelaksanaan di Riau menjadi misi dagang kelima yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur sepanjang 2026. Ia menekankan bahwa setiap misi dagang diarahkan untuk membangun kemitraan antardaerah dengan melibatkan pemerintah daerah, perangkat daerah, dunia usaha, dan institusi pendukung.

Menurut Khofifah, misi dagang bukan sekadar pertemuan penjual dan pembeli. Forum ini diposisikan sebagai cara mempertemukan potensi dan kebutuhan dua daerah, memperluas jejaring usaha, dan membangun kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.

Jawa Timur dan Riau saling melengkapi

Dari total komitmen transaksi, penjualan Jawa Timur mencapai Rp704.881.400.000. Sementara pembelian dari Provinsi Riau tercatat Rp361.150.000.000.

Komoditas unggulan yang dipasarkan Jawa Timur mencakup olahan daging unggas dan sapi, susu, beras, cabai, bawang merah, bawang putih, pakan ikan, pakan udang, benur, pupuk, kopi green bean, hingga berbagai produk olahan pangan. Jawa Timur juga menawarkan mesin vacum frying, sarden kaleng, gula merah, teh curah, serta bahan baku baja.

Arah TransaksiNilaiKomoditas KunciKeterangan
Penjualan Jawa TimurRp704.881.400.000Olahan pangan, pakan, pupuk, mesin, bahan bakuTotal komitmen dari Jatim
Pembelian dari RiauRp361.150.000.000Udang vaname, arang tempurung kelapa, kelapa jambul, pulp, sirip taripang keringTotal komitmen dari Riau

Sebaliknya, Jawa Timur memperoleh komoditas strategis dari Riau seperti udang vaname, arang tempurung kelapa, kelapa jambul, pulp, dan sirip taripang kering. Khofifah menilai pola ini menunjukkan hubungan ekonomi yang saling mengisi, karena Jawa Timur memasok banyak produk pangan dan industri, sedangkan Riau menjadi sumber bahan baku penting bagi industri di Jawa Timur.

Ia juga menyebut kebutuhan pulp di Jawa Timur sangat tinggi. Hampir 99 persen kebutuhan pulp Jawa Timur dipasok dari Riau, sehingga defisit dagang terhadap provinsi tersebut masih terjadi.

Sepuluh transaksi terbesar ikut menggerakkan forum

Khofifah memaparkan sepuluh transaksi terbesar dalam misi dagang itu berasal dari sektor-sektor strategis. Transaksi terbesar dilakukan PT Kharim Mandiri Indonesia, Kota Kediri, dengan PT Unggas Riau Perkasa, Kabupaten Kampar, senilai Rp202,196 miliar per tahun.

Pelaku UsahaPasangan TransaksiNilaiKomoditas
PT Kharim Mandiri IndonesiaPT Unggas Riau PerkasaRp202,196 miliar per tahunOlahan daging unggas, olahan daging sapi, susu, daging unggas, DOC, domba
PT Ayo TaniPT Riau Multi TradeRp108,5 miliar per tahunBeras, bawang merah, cabai, gula merah, teh curah
PT Ayo TaniPT Riau Pangan BertuahRp101,4 miliarTidak dirinci
Pabrik Rokok Dian MulyoKholis RomliRp79,2 miliar per tahunRokok
PT Suri Tani PemukaPT Anagi Mandiri SejahteraRp71,11 miliar per tahunPakan ikan, pakan udang, benur
CV Satriya Abdi BuanaPT Korindo Komplit KarbonRp43,2 miliar per tahunKelapa jambul
CV Riki Utama Mandiri atau RUM SeafoodKoperasi Produksi Generasi MandiriRp32,825 miliar per tahunFillet dori dan udang vaname
CV Sinar Jaya SaeKopontren Al-AminRp24,27 miliar per tahunPupuk dolomit dan NPK
CV Satrya Abdi BuanaPT Salju Coco MandiriRp24 miliarArang tempurung kelapa

Di antara transaksi tersebut, CV Satriya Abdi Buana, Surabaya, membeli 1.200 ton kelapa jambul dari PT Korindo Komplit Karbon, Pekanbaru, dengan nilai Rp43,2 miliar per tahun. CV Riki Utama Mandiri atau RUM Seafood juga melakukan transaksi dua arah dengan Koperasi Produksi Generasi Mandiri, Bengkalis, berupa penjualan fillet dori dan pembelian udang vaname.

Ekonomi Jawa Timur ikut dipamerkan

Di luar transaksi dagang, Khofifah juga menyoroti kinerja ekonomi Jawa Timur yang masih tumbuh positif. Pada Triwulan I 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen secara year-on-year, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Jawa Timur menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi 25,16 persen. Sumbangannya terhadap perekonomian nasional tercatat 14,40 persen.

Struktur ekonomi Jawa Timur ditopang industri pengolahan sebesar 31,45 persen, perdagangan 18,77 persen, dan pertanian 10,51 persen. Di sektor perdagangan, Jawa Timur mencatat surplus neraca perdagangan Rp210,1 triliun sepanjang 2025 dan surplus Rp54,25 triliun pada Triwulan I 2026.

Berdasarkan data Perdagangan Antarwilayah Indonesia 2024, total perdagangan antarwilayah Jawa Timur mencapai Rp333,83 triliun. Khusus dengan Riau, nilainya mencapai Rp9,43 triliun, dengan pembelian Jawa Timur dari Riau sebesar Rp9,17 triliun dan penjualan Jawa Timur ke Riau sebesar Rp257,36 miliar.

Kerja sama tak berhenti di transaksi

Khofifah berharap hasil misi dagang tidak berhenti pada penandatanganan komitmen transaksi. Ia ingin kerja sama itu benar-benar berlanjut menjadi hubungan bisnis yang berkelanjutan.

Misi dagang dan investasi Jawa Timur-Riau juga ditandai dengan penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama antara perangkat daerah serta organisasi dunia usaha dari kedua provinsi. Kegiatan itu sekaligus menjadi ruang mempererat persaudaraan antardaerah melalui pertukaran budaya, termasuk penampilan wastra khas Jawa Timur dan Riau.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi menyebut forum tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antardaerah. Ia optimistis hubungan ekonomi Jawa Timur dan Riau akan semakin erat, baik lewat peningkatan nilai transaksi, perluasan komoditas, bertambahnya pelaku usaha, maupun terbukanya peluang investasi baru.

Source: news.detik.com
Terkait