BMKG Pasang Radar Baru di Cilacap, Pesisir Selatan Jawa Kini Lebih Siaga

Pesisir selatan Jawa kini mendapat lapisan pengawasan baru untuk menghadapi cuaca ekstrem. Pemerintah mulai mengoperasikan Radar Cuaca S-Band di Cilacap, Jawa Tengah, sebagai benteng deteksi dini terhadap bibit siklon tropis yang berpotensi memengaruhi selatan Indonesia.

Langkah ini penting karena kawasan selatan Indonesia memiliki riwayat terdampak siklon tropis yang merusak. BMKG menilai penguatan pengamatan seperti ini diperlukan agar peringatan dini bisa lebih cepat sampai ke wilayah-wilayah yang paling rentan.

Deteksi cuaca yang lebih cepat dan lebih rinci

Radar baru di Cilacap tidak hanya membaca bibit siklon tropis. Alat ini juga memantau awan hujan, intensitas curah hujan, pergerakan sistem cuaca, dan pertumbuhan awan konvektif yang dapat memicu cuaca ekstrem secara cepat dan real-time.

Data dari radar tersebut disiapkan untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca di zona rawan. Tujuannya adalah membantu mengurangi dampak bencana hidrometeorologi, termasuk longsor yang sempat melanda kawasan itu pada tahun lalu.

Cilacap dipilih karena posisi dan aktivitasnya

Penempatan radar di Cilacap bukan tanpa alasan. Wilayah ini berhadapan langsung dengan Samudra Hindia dan memiliki kepadatan aktivitas ekonomi yang tinggi.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan bahwa pesisir selatan memegang peran strategis bagi aktivitas kelautan, perikanan, transportasi, industri, dan kesiapsiagaan bencana. Karena itu, sektor-sektor tersebut membutuhkan data cuaca yang cepat dan andal.

Riwayat siklon tropis masih jadi peringatan

Faisal menyinggung contoh kejadian di selatan Indonesia yang menunjukkan betapa serius ancaman siklon tropis. Ia menyebut Siklon Cempaka dan Siklon Dahlia di selatan Yogyakarta pada 2017, serta Siklon Seroja yang menimbulkan dampak kerusakan signifikan di Nusa Tenggara Timur pada 2021.

Pengalaman itu menjadi pengingat bahwa wilayah pesisir selatan tidak bisa hanya mengandalkan pemantauan cuaca biasa. Radar baru di Cilacap diharapkan memperkuat kesiapsiagaan sebelum gangguan atmosfer berkembang menjadi bencana.

Dampak langsung ke nelayan dan industri perikanan

Pengoperasian radar ini juga disebut berdampak langsung pada keselamatan nelayan saat melaut. Selain itu, fasilitas ini diharapkan menjaga stabilitas produktivitas industri perikanan Cilacap yang menjadi penyuplai pangan protein di Jawa Tengah.

Bagi sektor maritim, kecepatan informasi cuaca sering menentukan keputusan di lapangan. Kehadiran radar di Cilacap memberi tambahan rujukan bagi aktivitas yang bergantung pada kondisi laut dan awan di sekitar pesisir selatan.

Bagian dari jaringan nasional yang terus diperluas

Radar Cilacap masuk dalam Marine Meteorological System Phase II atau MMS-2. Melalui program ini, BMKG membangun lima radar cuaca baru untuk memperkuat pengamatan meteorologi maritim di wilayah prioritas nasional.

ProgramLokasi / JenisJumlah
Radar baru MMS-2S-Band di Cilacap, Natuna, Tanjung Pinang, dan Saumlaki4
Peremajaan radarC-Band di Tangerang untuk optimalkan cakupan Jabodetabek1

BMKG menyebut kebutuhan nasional mencapai 75 radar cuaca untuk mencakup seluruh ruang udara Nusantara. Saat ini, lembaga tersebut telah mengoperasikan 45 radar cuaca dan akan menambah jumlahnya secara bertahap dari tahun ke tahun.

Source: jogja.antaranews.com
Terkait