Minyakita Masih Belum Naik, Pemerintah Cari Titik Tahan di Tengah Kenaikan CPO

Kenaikan harga Minyakita belum diputuskan pemerintah, meski tekanan dari sisi bahan baku terus menjadi perhatian. Kementerian Perdagangan masih mengkaji langkah terbaik agar kebijakan harga tidak mengganggu produsen, industri kelapa sawit, dan daya beli masyarakat.

Hingga kini, harga eceran tertinggi atau HET Minyakita tetap sama. Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan belum ada keputusan final karena pembahasan masih berjalan bersama para pemangku kepentingan.

Keseimbangan Pasar Masih Dicari

Pemerintah tidak ingin mengambil keputusan harga secara tergesa-gesa. Menurut Budi, kebijakan Minyakita menyangkut banyak pihak dalam rantai pasok minyak goreng, sehingga setiap penyesuaian harus memiliki dasar yang kuat.

Di satu sisi, produsen menghadapi tekanan dari naiknya harga crude palm oil atau CPO yang ikut memengaruhi biaya produksi. Di sisi lain, pemerintah tetap ingin minyak goreng kemasan sederhana itu berada dalam jangkauan konsumen.

Komunikasi Dengan Pelaku Usaha Terus Berjalan

Kemendag masih berkomunikasi dengan produsen, konsumen, dan asosiasi industri sebelum menentukan langkah berikutnya. Rapat koordinasi dan masukan dari para pihak itu menjadi bagian penting dalam menentukan apakah HET perlu disesuaikan atau tidak.

Budi menyebut penyesuaian HET masih menjadi salah satu opsi yang dibahas. Namun sampai sekarang, pemerintah belum mengumumkan angka kenaikan maupun waktu penerapannya.

Minyakita Tetap Di Posisi Lama

Selama kajian berlangsung, posisi Minyakita belum berubah. Pemerintah masih memantau perkembangan harga bahan baku dan kondisi pasar untuk mencari titik keseimbangan antara keberlanjutan industri dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Source: www.beritasatu.com

Terkait