Minum Air Tengah Malam Tak Merusak Ginjal, tetapi Bisa Membuat Tidur Berantakan

Terbangun di tengah malam lalu minum air putih tidak terbukti merusak ginjal pada orang dengan fungsi ginjal normal. Kekhawatiran yang lebih relevan justru muncul ketika kebiasaan itu membuat tidur terputus karena lebih sering ingin buang air kecil.

Minum dalam jumlah besar menjelang tidur dapat meningkatkan produksi urine pada malam hari. Kondisi ini bisa membuat seseorang berulang kali terbangun dan kualitas istirahat menjadi kurang optimal.

Ginjal Tetap Bekerja saat Tubuh Tidur

Ginjal bekerja tanpa henti untuk menyaring darah, termasuk ketika tubuh sedang tidur. Organ ini juga menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dengan menyesuaikan jumlah cairan yang ditahan atau dikeluarkan melalui urine.

Dalam sehari, ginjal menyaring sekitar 190 hingga 200 liter cairan. Sebagian besar cairan tersebut diserap kembali oleh tubuh, sedangkan sekitar 1,5 hingga 2 liter dikeluarkan sebagai urine bersama zat sisa metabolisme.

Zat sisa yang dikeluarkan melalui urine antara lain urea, kreatinin, serta kelebihan asam. Karena proses penyaringan berlangsung terus-menerus, waktu minum bukan penentu rusak atau tidaknya ginjal pada orang yang fungsi ginjalnya baik.

Spesialis urologi Prof Dr dr Nur Rasyid, SpU(K), mengatakan anggapan bahwa minum pada malam hari membuat ginjal bekerja terlalu keras merupakan hal yang keliru. “Salah. Mau minum pagi, siang, malam sama aja, yang penting kecukupan volumenya,” ujarnya kepada health.detik.com.

Menurutnya, minum sebelum tidur maupun saat terbangun pada malam hari tidak menjadi masalah bila fungsi ginjal baik. Dampak yang lebih mungkin terjadi adalah frekuensi berkemih meningkat sehingga tidur tidak nyenyak.

Atur Waktu Minum agar Tidak Sering Terbangun

Spesialis urologi Prof dr Harrina Erlianti Rahardjo, SpU(K), PhD, juga menegaskan bahwa minum air putih pada malam hari tidak menyebabkan ginjal rusak. Kebutuhan cairan malam hari cenderung lebih rendah karena tubuh tidak banyak bergerak dan tidak berkeringat seperti pada siang hari.

Sebagian besar kebutuhan cairan sebaiknya dipenuhi sejak pagi hingga sore hari. Setelah pukul 18.00, jumlah minum dapat dikurangi agar keinginan buang air kecil pada malam hari tidak terlalu sering muncul.

Ia juga menyarankan untuk berhenti minum sekitar satu jam sebelum tidur. Pengaturan ini bukan untuk meringankan kerja ginjal, melainkan membantu menjaga kualitas tidur dari gangguan berkemih malam hari.

Kebutuhan cairan tidak harus dipenuhi sekaligus pada malam hari. Bila rasa haus muncul saat terbangun, minum secukupnya tetap dapat dilakukan tanpa perlu menganggapnya sebagai ancaman bagi kesehatan ginjal.

Kebutuhan Cairan Perlu Seimbang

Spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi dr Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGH, menyebut orang dewasa sehat umumnya cukup mengonsumsi rata-rata dua liter air mineral per hari. Jumlah yang terlalu banyak dapat membuat tubuh terus mengeluarkan cairan melalui urine.

KelompokAnjuran Air MineralCatatan
Dewasa sehatRata-rata 2 liter per hariAsupan berlebih dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.
Usia di atas 60 tahunSekitar 1,5 liter per hariDianjurkan tidak kurang maupun lebih dari jumlah tersebut.

Kunci menjaga kebutuhan cairan bukan sekadar memperbanyak minum, melainkan menyesuaikannya dengan kebutuhan tubuh. Asupan yang seimbang membantu tubuh menjalankan fungsi normal tanpa memicu gangguan tidur yang tidak perlu.

Air Mendukung Fungsi dan Kesehatan Ginjal

Lebih dari separuh tubuh manusia terdiri dari air, sehingga setiap organ membutuhkannya untuk bekerja dengan baik. National Kidney Foundation menjelaskan ginjal dapat menahan lebih banyak air saat tubuh memerlukannya dan menghasilkan urine ketika cairan berlebih.

Ginjal dan otak bekerja bersama memunculkan rasa haus ketika tubuh membutuhkan cairan. Sinyal ini membantu menjaga keseimbangan cairan secara alami sepanjang hari.

Air juga membantu menjaga pembuluh darah tetap terbuka sehingga aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke ginjal berjalan lancar. Dehidrasi berat dapat mengurangi aliran darah serta nutrisi menuju organ tersebut.

Risiko kekurangan cairan perlu lebih diperhatikan saat beraktivitas atau berolahraga dengan intensitas tinggi, terutama dalam cuaca panas dan lembap. Asupan air yang cukup juga dapat membantu menurunkan risiko batu ginjal karena kristal pembentuk batu lebih sulit saling menempel.

Pada infeksi saluran kemih, peningkatan produksi urine membantu bakteri lebih mudah dikeluarkan dari saluran kemih. Karena itu, minum saat haus pada malam hari tidak perlu ditakuti, selama volumenya tetap wajar dan tidak mengganggu waktu istirahat.

Terkait