Lionel Messi tidak hanya meninggalkan laga Argentina melawan Cape Verde dengan kemenangan, tetapi juga dengan momen penghormatan untuk lawan yang paling menyulitkannya. Di Miami Stadium, megabintang Albiceleste itu memberi pelukan dan pujian kepada Vozinha, kiper berusia 40 tahun yang membuat serangan Argentina berkali-kali mentok.
Argentina menang 3-2 lewat duel panjang yang baru selesai setelah gol bunuh diri Diney pada menit ke-111. Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 itu berlangsung ketat sejak awal, dengan Argentina sempat unggul lewat Messi, lalu disamakan Duarte, sebelum Cape Verde kembali mengejar lewat gol Cabral pada babak tambahan waktu.
Vozinha Jadi Penghalang Utama Argentina
Meski kebobolan tiga gol, Vozinha tetap tampil sebagai salah satu tokoh paling menonjol di laga itu. Ia disebut berhasil menggagalkan tujuh tembakan tepat sasaran dari para pemain Argentina dan membuat lini serang lawan frustrasi sepanjang pertandingan.
Messi juga merasakan langsung sulitnya menembus gawang Cape Verde. Vozinha disebut mematahkan tiga peluang emas sang kapten Argentina, termasuk dua tendangan bebas dan satu tembakan jarak dekat.
Tekanan Argentina terus datang, tetapi Cape Verde bertahan disiplin dan memaksa laga berlanjut hingga babak tambahan waktu. Situasi itu membuat kemenangan tipis Argentina terasa jauh lebih berat dari sekadar skor akhir 3-2.
Pelukan, Pujian, dan Jersey yang Ditukar
Selepas peluit panjang, Messi menghampiri Vozinha di tengah lapangan dan memberikan pelukan. Dalam percakapan singkat itu, Messi disebut mengatakan bahwa Vozinha hebat dan orang-orang di negaranya harus bangga kepadanya.
Vozinha mengaku kata-kata itu sangat berarti karena datang dari pemain yang ia sebut sebagai yang terbaik di dunia. Ia juga membalas dengan menyebut Messi sebagai pemain terbaik dunia, sebelum keduanya bertukar jersey di lorong stadion.
Rekam Jejak Konsisten Sejak Fase Grup
Penampilan kuat Vozinha tidak hanya terlihat saat menghadapi Argentina. Sebelumnya, ia juga menjaga gawang Cape Verde tetap aman ketika melawan Spanyol dan Arab Saudi di fase grup Piala Dunia 2026.
Dua laga itu sama-sama berakhir 0-0, memperlihatkan konsistensi kiper veteran tersebut di bawah tekanan besar. Hasil itu membuat performa Vozinha melawan Argentina semakin menegaskan statusnya sebagai penjaga gawang yang mampu tampil stabil di level tertinggi.
Bagi Argentina, kemenangan ini menjaga langkah mereka di turnamen. Bagi Cape Verde, malam di Miami Stadium meninggalkan kebanggaan tersendiri karena performa Vozinha mendapat pengakuan langsung dari salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola.
| Detail | Argentina | Cape Verde |
|---|---|---|
| Hasil akhir | Menang 3-2 | Kalah 2-3 |
| Gol penting | Messi, gol bunuh diri Diney | Duarte, Cabral |
| Momen penentu | Gol bunuh diri Diney pada menit ke-111 | Vozinha menggagalkan 7 tembakan tepat sasaran |
