Lionel Messi kembali menjadi pusat perhatian di laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026 setelah Argentina menang 3-0 atas Aljazair di Kansas City. Namun, yang paling ramai dibahas bukan hanya hattrick Messi, melainkan momen saat ia lolos dari kartu merah setelah menginjak kaki bek Aljazair, Aïssa Mandi.
Keputusan wasit asal Polandia, Szymon Marciniak, memicu perdebatan luas karena ia tidak mengeluarkan kartu untuk insiden itu. VAR juga tidak merekomendasikan tinjauan ulang, meski sebagian pengamat menilai aksi tersebut layak berbuah kartu kuning, bahkan kartu merah.
Insiden yang Membelah Tafsir
Pada babak pertama, Messi terlihat melakukan kontak dengan kaki Mandi ketika berusaha menguasai bola. Tayangan ulang membuat momen itu langsung diperdebatkan, terutama soal apakah itu benturan biasa dalam duel atau pelanggaran serius.
Mark Halsey, mantan wasit Liga Primer Inggris, termasuk yang paling keras mengkritik keputusan tersebut. Ia menilai tindakan Messi bisa dikategorikan sebagai violent conduct dan seharusnya masuk perhatian VAR.
Kenapa VAR Tidak Turun Tangan
Perdebatan muncul karena aturan sepak bola memberi ruang interpretasi kepada wasit untuk menilai intensitas, arah gerakan, dan niat pemain. Dalam kasus ini, ada yang menilai kontak itu berbahaya karena melibatkan studs dan area kaki lawan, tetapi ada juga yang menganggap unsur pelanggaran beratnya belum cukup kuat.
Thierry Henry menawarkan pandangan berbeda dengan menekankan faktor niat. Menurut mantan striker Prancis itu, Messi sedang berupaya memainkan bola dan tidak menunjukkan maksud mencederai lawan, sehingga insiden tersebut lebih dekat ke benturan tidak disengaja.
Standar Hukuman Jadi Sorotan
VAR biasanya masuk jika ada dugaan pelanggaran yang jelas dan serius. Dalam insiden Messi, wasit di lapangan menilai tindakan itu tidak mencapai ambang serious foul play, sehingga permainan diteruskan tanpa kartu.
Keputusan tersebut menjadi inti kontroversi karena banyak pihak menilai standar hukuman harus sama, baik untuk pemain bintang maupun pemain lain. Di media sosial, perdebatan pun berkembang antara yang menganggap Messi beruntung dan yang melihat insiden itu tidak cukup berat untuk kartu merah.
Messi Tetap Menjawab di Lapangan
Di tengah polemik itu, Messi tetap tampil menonjol dengan mencetak hattrick pertamanya di Piala Dunia. Gol-gol tersebut juga membuatnya menyamai rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen dengan 16 gol.
Lionel Scaloni memuji performa kapten Argentina itu dan mengakui bahwa insiden kartu merah menjadi salah satu topik paling ramai setelah laga. Argentina pun memulai upaya mempertahankan gelar juara dunia dengan kemenangan meyakinkan, sementara debat soal batas antara pelanggaran keras dan duel normal terus bergulir.
