Merganser Besar, Bebek Penyelam Berparuh Bergerigi yang Tak Kebal Ancaman Lingkungan

Merganser besar memang tidak seterkenal angsa atau pelikan, tetapi burung air ini menyimpan ciri yang sangat khas. Paruhnya panjang dengan pinggiran bergerigi, dan bentuk itu menjadi alat utama saat ia menangkap ikan di bawah air.

Spesies bernama ilmiah Mergus merganser ini hidup di perairan tawar berhutan di belahan bumi utara. Sebarannya sangat luas, dari Amerika Utara hingga Eurasia, sehingga merganser besar menjadi salah satu bebek selam yang paling tersebar di kawasan Holarktik.

Bebek selam besar dengan penampilan yang mencolok

Merganser besar tercatat sebagai jenis bebek selam terbesar di wilayah pedalaman Amerika Utara. Jantan memiliki panjang tubuh sekitar 64,8 cm dengan berat 1,65 kg, sedangkan betina lebih kecil dengan panjang sekitar 58,2 cm dan berat 1,24 kg.

Perbedaan visual keduanya juga sangat jelas. Jantan memiliki kepala hitam kehijauan yang mengilap, punggung hitam, dan tubuh putih, sementara betina tampil dengan kepala cokelat berjambul, tubuh abu-abu, dan dada putih.

Pemburu ikan yang mengandalkan air jernih

Makanan utama merganser besar adalah ikan, termasuk trout, salmon kecil, perch, minnow, dan belut. Mereka juga memakan katak, udang, kerang, cacing, serta serangga air.

Cara berburu burung ini cukup khas. Mereka berenang di permukaan sambil memasukkan kepala ke air untuk mengintai mangsa, lalu menyelam selama 20 hingga 30 detik saat target terlihat.

Gerigi di sisi paruh membantu ikan yang ditangkap agar tidak mudah terlepas. Dalam banyak kasus, merganser besar juga berburu secara berkelompok untuk menggiring kawanan ikan agar lebih mudah ditangkap.

Sebaran luas, tapi bergantung pada habitat tertentu

Sebarannya mencakup Nearktik dan Palearktik, dengan cakupan wilayah mencapai 82.100.000 km². Di Amerika Utara, mereka berkembang biak di Alaska dan Kanada, lalu bergerak ke selatan hingga Great Lakes dan Teluk Meksiko saat musim dingin tiba.

Di kawasan Palearktik, merganser besar hidup di Eropa Utara, Skandinavia, Rusia, hingga Asia Utara. Habitat yang mereka sukai adalah perairan tawar yang jernih di dekat hutan, seperti sungai dan danau dengan kedalaman kurang dari 4 meter.

Keberadaan pohon tua di tepi air juga penting bagi spesies ini. Pohon-pohon itu menjadi tempat ideal untuk membuat sarang alami, sehingga perubahan lanskap bisa langsung memengaruhi keberlangsungan hidupnya.

Perkembangbiakan yang bergantung pada pohon dekat air

Musim berkembang biak merganser besar berlangsung dari akhir Maret hingga akhir September, dengan puncak aktivitas pada bulan Juni. Betina biasanya mencari lubang di pohon besar atau kotak sarang buatan manusia yang berada dekat air untuk bertelur.

Jumlah telur yang dihasilkan berkisar antara 6 sampai 17 butir. Betina mengerami telur sendiri selama 28 hingga 35 hari sebelum anak burung menetas.

Setelah menetas, anak bebek keluar dari sarang dalam waktu satu hingga dua hari. Mereka lalu mencari makan sendiri di bawah pengawasan induknya, dan dalam beberapa kasus kelompok anak bebek bisa bergabung hingga satu betina tampak mengawasi lebih dari 20 anak sekaligus.

Ancaman lingkungan tetap membayangi

Menurut Daftar Merah IUCN, merganser besar berstatus berisiko rendah atau Least Concern. Populasinya dinilai masih stabil, dan wilayah sebarannya yang luas ikut mendukung status tersebut.

Namun, ancaman terhadap spesies ini tetap nyata. Pencemaran air oleh pestisida dan logam berat dapat menumpuk di tubuh mereka karena posisinya sebagai pemangsa di puncak rantai makanan perairan.

Penebangan pohon tua di tepi sungai juga mengurangi lokasi bersarang alami. Di beberapa tempat, merganser besar bahkan bersinggungan dengan nelayan lokal karena dianggap memakan ikan salmon muda yang menjadi target tangkapan.

Source: www.idntimes.com

Terkait