Mercedes-Benz dan BAIC mendorong C-Class masuk ke era listrik lewat model baru bernama Mercedes-Benz C350L BEV. Sedan ini diproduksi oleh Beijing Benz Automotive Co, Ltd dan ditujukan untuk pasar Tiongkok yang memang menjadi arena penting bagi strategi elektrifikasi Mercedes-Benz.
Yang membuat mobil ini menarik bukan hanya nama besar C-Class, tetapi juga pendekatan yang lebih panjang dan lebih fokus pada ruang kabin. Di tengah persaingan sedan listrik premium, C350L BEV datang dengan kombinasi jarak tempuh jauh, kabin digital besar, dan utilitas yang tidak biasa untuk kelasnya.
Dimensi Lebih Panjang, Arah Desain Berubah
Secara ukuran, sedan listrik ini memiliki panjang 4.977 mm, lebar 1.876 mm, dan tinggi 1.510 mm. Wheelbase-nya tercatat 3.51 mm, sementara proporsinya disebut lebih tinggi dibanding C-Class versi sebelumnya.
Bahasa desainnya bergerak ke bentuk yang lebih membulat. Karakter itu membuat tampilannya terasa berbeda dari citra sedan konvensional yang selama ini melekat pada lini C-Class.
Dua Motor, Baterai 94,5 kWh, Jarak Tempuh 759 Km
Di sektor penggerak, C350L BEV memakai dua motor listrik untuk roda depan dan belakang. Motor depan menghasilkan 163 kW, sedangkan motor belakang mencapai 300 kW.
Paket baterainya menggunakan spesifikasi NMC berkapasitas 94,5 kWh. Dengan bekal itu, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak maksimal 759 kilometer.
Angka tersebut menempatkannya sebagai sedan listrik yang tidak hanya mengejar performa, tetapi juga efisiensi untuk perjalanan jauh. Untuk pasar premium, kombinasi seperti ini bisa menjadi pembeda yang kuat.
Pengisian Cepat dan Dukungan Pengisian Semalaman
Sistem 400 volt mendukung pengisian hingga 100 kW. Dalam kondisi itu, pengisian ulang disebut bisa selesai dalam rentang 25 sampai 30 menit.
Jika menggunakan pengisian 7 kW, waktu yang dibutuhkan sekitar 15 jam hingga penuh. Artinya, mobil ini disiapkan untuk skenario pengisian cepat maupun pengisian semalaman.
Kabin Makin Digital dengan Hyperscreen
Masuk ke interior, perhatian utama langsung tertuju pada dasbor yang dipenuhi layar lebar. Mercedes-Benz membekalinya dengan MBUX Hyperscreen berukuran total 39,1 inci.
Panel itu membentang hampir dari ujung ke ujung dasbor dan menjadi pusat kontrol kendaraan. Pada sedan listrik seperti ini, layar besar bukan sekadar gaya, tetapi juga pusat interaksi utama bagi pengemudi dan penumpang.
Fitur Lampu, Bagasi, dan Kemampuan Towing
Sistem pencahayaan depannya menggunakan Digital Light dengan keunggulan sorot terang tanpa membuat silau. Di belakang, lampu buritan dibuat mudah dikenali dari jauh, siang maupun malam.
Selain teknologi pencahayaan, sisi praktis C350L BEV juga cukup menonjol. Bagasi utamanya memiliki volume 470 liter, ditambah ruang penyimpanan depan 101 liter.
Kapasitas itu terbilang besar untuk sebuah sedan listrik. Bahkan, mobil ini juga disebut mampu menarik gandengan dengan bobot hingga 1,8 ton.
Siluet buritannya membentuk ducktail besar yang dikaitkan dengan tambahan volume pada bagasi dan area jok belakang. Detail ini memperkuat fokus mobil pada ruang dan kenyamanan, bukan hanya tampilan modern.
Dengan dua motor listrik, baterai 94,5 kWh, jarak tempuh 759 kilometer, dan MBUX Hyperscreen 39,1 inci, Mercedes-Benz C350L BEV tampil sebagai proyek ambisius dari kolaborasi BAIC dan Mercedes-Benz. Fokusnya pada pasar Tiongkok juga menunjukkan bahwa persaingan sedan listrik premium kini makin ditentukan oleh jarak tempuh, ruang, dan pengalaman kabin.
Source: otodriver.com






