Hyundai Siapkan Ioniq V Khusus China, Jarak 650 Km Jadi Andalan Baru

Hyundai menyiapkan langkah baru untuk pasar mobil listrik China lewat Ioniq V, fastback EV yang dikembangkan oleh Beijing Hyundai. Model ini langsung menonjol karena varian jarak jauhnya disebut mampu menempuh hingga 650 km berdasarkan standar CLTC.

Bagi Hyundai, Ioniq V bukan sekadar model baru, melainkan bagian dari upaya memperkuat posisi di pasar Tiongkok yang sedang sangat kompetitif. Penjualan Hyundai di negara itu tercatat 6.500 unit pada Mei lalu, turun 8,9 persen dibanding periode yang sama sebelumnya menurut data China EV DataTracker.

Dua Pilihan Baterai LFP

Ioniq V memakai baterai lithium iron phosphate atau LFP dari CATL, dengan dua opsi kapasitas untuk kebutuhan yang berbeda. Varian dasar menggunakan baterai 53,5 kWh yang dipadukan dengan motor listrik 140 kW atau 188 hp.

Dengan konfigurasi tersebut, jarak tempuhnya berada di kisaran 520 hingga 540 km menurut siklus CLTC. Bobot baterainya mencapai 395 kg, sementara bobot kosong kendaraan berada di rentang 1.707 hingga 1.737 kg.

Di atasnya ada varian long-range dengan baterai LFP 66,8 kWh dari CATL. Versi ini memakai motor listrik bertenaga 225 hp dan menjadi sorotan utama karena daya jelajahnya diklaim bisa mencapai 620 hingga 650 km CLTC.

Bobot paket baterai pada varian long-range mencapai 465 kg, sedangkan bobot kosong mobil berada di kisaran 1.782 hingga 1.808 kg. Perbedaan ini menunjukkan Hyundai menyiapkan pilihan yang tidak hanya mengejar jarak tempuh, tetapi juga efisiensi dan kebutuhan pengguna yang lebih beragam.

Dimensi Besar dan Desain Fastback

Dari sisi ukuran, Ioniq V tergolong besar dengan panjang 4.900 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.470 mm, dan wheelbase 2.900 mm. Proporsi itu mendukung karakter fastback yang menjadi identitas utama model ini.

Hyundai juga memberi sentuhan aerodinamis lewat garis kap mesin yang menyatu mulus ke kaca depan. Beberapa detail lain ikut memperkuat tampilan modern, seperti gagang pintu semi-tersembunyi dan lampu utama model split headlamp.

Format seperti ini penting untuk pasar Tiongkok, yang menempatkan desain futuristis dan efisiensi aerodinamika sebagai nilai jual besar selain jarak tempuh. Dalam persaingan EV yang ketat, tampilan dan angka efisiensi sering berjalan beriringan.

Kabin Digital dan Sistem 800 Volt

Masuk ke kabin, Hyundai menyematkan konfigurasi layar ganda dengan total ukuran 27 inci. Layar itu menjadi pusat informasi kendaraan sekaligus sistem hiburan.

Hyundai juga melengkapi Ioniq V dengan fitur bantuan pengemudi dari Momenta. Kehadiran sistem ini memperlihatkan bahwa model tersebut tidak hanya mengandalkan baterai besar, tetapi juga menargetkan konsumen yang semakin memperhatikan teknologi berkendara pintar.

Di sisi teknis, Ioniq V menggunakan arsitektur kelistrikan 800 volt. Sistem ini disebut mendukung efisiensi sekaligus pengisian daya yang lebih cepat, dua hal yang semakin penting di pasar mobil listrik.

Ioniq V pertama kali diperkenalkan secara resmi di Beijing Auto Show 2026 dan dijadwalkan meluncur di Tiongkok pada 2026. Sebelum debut resminya, model ini juga beberapa kali tertangkap kamera saat diuji di jalan raya setempat.

Hyundai bahkan dikabarkan menyiapkan versi EREV atau Extended Range Electric Vehicle untuk Ioniq V di masa mendatang. Jika benar terealisasi, lini ini masih punya ruang berkembang lebih jauh setelah peluncuran awalnya di China.

Dengan baterai LFP dari CATL, tenaga hingga 225 hp, jarak tempuh sampai 650 km CLTC, layar 27 inci, dan sistem 800 volt, Ioniq V diposisikan sebagai model yang sangat spesifik untuk kebutuhan pasar lokal. Fokus Hyundai terlihat jelas pada efisiensi, teknologi, dan daya jelajah yang bisa menjadi pembeda di tengah persaingan EV China.

Source: otodriver.com

Terkait