Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mendorong peserta Magang Nasional 2025 Tahap I untuk tidak berhenti setelah masa magang selesai. Ia menekankan pentingnya melanjutkan penguatan kemampuan lewat sertifikasi kompetensi agar keterampilan yang diperoleh selama bekerja bisa mendapat pengakuan resmi.
Dorongan itu menempatkan sertifikasi sebagai bagian lanjutan dari proses magang, bukan sekadar pelengkap administratif. Menaker menilai pengakuan kompetensi akan membantu peserta membawa bekal yang lebih kuat saat masuk ke pasar kerja.
Sertifikasi jadi pengakuan atas keterampilan
Yassierli menjelaskan bahwa hubungan Kemnaker dengan peserta magang tidak berakhir ketika program selesai. Setelah magang, peserta yang memenuhi syarat akan diarahkan untuk mengikuti sertifikasi kompetensi melalui kerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP.
Program ini dimaksudkan sebagai bentuk penguatan kompetensi yang lebih terukur. Dengan sertifikat kompetensi, kemampuan peserta tidak hanya diakui berdasarkan pengalaman kerja, tetapi juga melalui standar penilaian yang lebih formal.
Menaker meminta para peserta mempersiapkan diri dengan belajar sebelum mengikuti uji kompetensi. Ujian tersebut akan dilaksanakan di balai pelatihan Kemnaker maupun Lembaga Sertifikasi Profesi yang bermitra dengan BNSP.
Bekal tambahan sebelum masuk dunia kerja
Bagi peserta magang, sertifikasi dinilai bisa menjadi nilai tambah saat bersaing di dunia kerja. Koordinator Nasional Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi sekaligus Kepala Barenbang Kemnaker, Anwar Sanusi, menyebut sertifikat kompetensi dapat menjadi modal tambahan untuk meniti karier ke depan.
Anwar juga menyampaikan bahwa proses sertifikasi akan dimulai pada awal Mei 2026. Ia berharap seluruh peserta Magang Nasional Tahap I bisa ikut dalam program sertifikasi gratis tersebut.
Kehadiran sertifikasi gratis ini memberi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pengakuan resmi tanpa harus menanggung biaya tambahan. Dalam konteks pasar kerja yang kompetitif, dokumen kompetensi seperti ini kerap menjadi pembeda antara pelamar yang memiliki pengalaman serupa.
SiapKerja dan KarirHub diperkuat
Di sisi lain, Kemnaker juga terus memperluas akses peserta magang dan pencari kerja melalui platform SiapKerja. Salah satu fitur yang disorot adalah KarirHub, yang memuat informasi lowongan kerja dari berbagai sektor.
Yassierli mengatakan Kemnaker terus mengintegrasikan SiapKerja dengan portal swasta agar lowongan kerja dari dalam maupun luar negeri bisa terkonsolidasi dalam satu platform. Langkah ini ditujukan agar pencarian kerja menjadi lebih mudah dan terpusat bagi pengguna.
Peserta Magang Nasional juga didorong memanfaatkan KarirHub untuk mencari peluang kerja yang sesuai dengan kompetensi yang sudah dibangun. Dengan begitu, pengalaman magang tidak berhenti pada proses belajar di tempat kerja, tetapi berlanjut menjadi jembatan menuju pekerjaan yang lebih konkret.
Peran perusahaan ikut menentukan
Kemnaker tidak hanya menargetkan peserta magang, tetapi juga mendorong perusahaan agar lebih aktif membuka lowongan kerja. Langkah ini dinilai penting supaya akses kerja semakin luas bagi para pencari kerja, termasuk lulusan program magang.
Dorongan kepada dunia usaha menunjukkan bahwa pembentukan tenaga kerja tidak cukup hanya dari sisi peserta. Diperlukan ekosistem yang mendukung, mulai dari pelatihan, sertifikasi, hingga peluang kerja yang benar-benar tersedia di pasar.
Dalam kerangka itu, sertifikasi kompetensi menjadi tahap lanjutan yang memperkuat hasil magang. Peserta tidak hanya membawa pengalaman praktik, tetapi juga bukti formal atas keterampilan yang telah ditempa langsung di lingkungan kerja.
Source: jatim.antaranews.com






