Mathew Baker mendapat peluang yang jarang datang di usia 17 tahun. Bek muda itu langsung masuk ke lingkungan timnas senior Indonesia dan kini belajar dari Kevin Diks dalam pemusatan latihan jelang FIFA Match Day Juni 2026.
Langkah ini menjadi perhatian karena Baker tidak sekadar dipanggil untuk mengisi skuad. Ia juga ditempatkan dekat dengan pemain yang dianggap paling relevan untuk membantunya memahami tuntutan bermain di level tertinggi.
Kevin Diks Jadi Mentor Langsung
Pelatih timnas Indonesia, John Herdman, menilai penunjukan Kevin Diks sebagai pendamping Baker adalah keputusan yang tepat. Menurut Herdman, Diks punya pengalaman internasional dan terbiasa bermain di level tinggi Eropa, sehingga bisa memberi banyak pelajaran bagi bek muda itu.
Herdman menyebut Baker akan belajar langsung dari pemain yang posisinya sejalan dengannya di lini belakang. Dalam pandangannya, kualitas teknis Diks penting, tetapi pemahaman terhadap kebutuhan pertandingan elit juga sama berharganya.
“Kevin Diks menjadi mentornya pekan ini, sehingga dia bisa belajar dari pemain Bundesliga yang memiliki pengalaman internasional,” kata Herdman di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin (1/6/2026).
Musim ini menjadi musim pertama Diks bersama Borussia Moenchengladbach di Bundesliga Jerman. Bek berusia 29 tahun itu tampil dalam 30 pertandingan dan mencetak lima gol, kontribusi yang membantu klubnya finis di posisi ke-12 dengan 38 poin.
Pengalaman Eropa untuk Baker
Bagi Herdman, kehadiran sosok seperti Diks memberi keuntungan besar untuk pemain muda seperti Baker. Ia menilai pengalaman dari kompetisi elite Eropa bisa membuka wawasan Baker tentang standar latihan, kedisiplinan, dan cara bertahan di level internasional.
Masuk ke skuad senior saat masih berusia 17 tahun juga dianggap sebagai langkah besar dalam perjalanan Baker. Herdman percaya latihan bersama pemain-pemain terbaik Indonesia akan membuatnya memahami intensitas yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi.
“Bagi Mathew, ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Ketika dia melihat intensitas latihan di sini, dia bisa membawa standar itu ke lingkungan tim muda dan menciptakan standar baru di sana,” ujar Herdman.
Pelatih asal Kanada itu juga melihat Baker menunjukkan sikap positif selama latihan. Meski begitu, Herdman menegaskan bahwa proses sang bek muda masih panjang dan masih membutuhkan banyak tahapan untuk mencapai standar tim senior.
“Dia tidak terlihat canggung. Awalnya bagus, sikapnya luar biasa. Namun dia masih muda dan masih memiliki perjalanan yang panjang,” lanjutnya.
Strategi Percepatan Pemain Muda
Pemanggilan Baker juga masuk dalam pendekatan yang oleh Herdman disebut sebagai “acceleration strategy”. Strategi ini bertujuan mempercepat adaptasi pemain muda dengan mengenalkan mereka lebih cepat ke atmosfer tim nasional senior.
Herdman menilai cara seperti itu bukan hal baru baginya. Ia mengaitkannya dengan pengalaman saat menangani timnas Kanada, ketika beberapa pemain muda mendapat kesempatan lebih awal lalu berkembang pesat.
Ia mencontohkan Jonathan David dan Liam Millar sebagai dua pemain yang pernah mendapat jalur serupa. Jonathan David debut di tim senior Kanada saat berusia 18 tahun ketika masih membela KAA Gent, lalu berkembang hingga menjuarai Liga Prancis bersama Lille dan kini memperkuat Juventus di Serie A Italia.
Liam Millar juga mendapat debut internasional saat masih muda ketika berada di akademi Liverpool. Kini ia telah mengoleksi puluhan penampilan untuk Kanada dan baru membantu Hull City meraih promosi ke Liga Inggris.
“Saya pernah menyebut Jonathan David dan Liam Millar di Kanada. Mereka adalah pemain muda akademi yang diberi kesempatan di tim nasional, lalu berkembang hingga bermain di klub-klub besar dan momen-momen besar,” kata Herdman.
Panggung Awal di FIFA Match Day Juni 2026
Baker masuk skuad Indonesia untuk dua laga FIFA Match Day melawan Oman pada Jumat (5/6) dan Mozambik pada Selasa (9/6). Kedua pertandingan itu akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dan menjadi kesempatan awal bagi Baker merasakan atmosfer tim senior.
Belum ada kepastian apakah Baker akan turun sejak awal. Namun, pemanggilan ini menunjukkan bahwa dirinya sudah berada dalam proyeksi jangka panjang timnas Indonesia.
Dengan pendampingan Kevin Diks dan latihan bersama skuad senior, Baker kini berada di jalur pembelajaran yang bisa mempercepat perkembangannya. Untuk pemain berusia 17 tahun, kesempatan seperti ini bisa menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan bersama timnas Indonesia.
