40 Dakwaan Guncang Istana Norwegia, Marius Borg Høiby Tunggu Vonis Pengadilan

Author: Cung Media

Kasus Marius Borg Høiby kembali menempatkan Istana Kerajaan Norwegia dalam tekanan besar. Putra Putri Mahkota Mette-Marit itu menunggu vonis atas 40 dakwaan pidana, termasuk empat tuduhan pemerkosaan yang disebut terjadi saat korban tidur atau tidak berdaya.

Perkara ini menjadi sorotan luas karena menyentuh langsung keluarga kerajaan, meski Høiby bukan anggota resmi kerajaan. Pengadilan Negeri Oslo dijadwalkan membacakan putusan melalui sambungan video karena alasan kesehatan yang tidak dijelaskan lebih rinci.

Dakwaan berat dan tuntutan jaksa

Jaksa penuntut umum menilai kasus ini sangat serius dan meminta hukuman penjara selama tujuh tahun tujuh bulan. Tim pembela justru menilai hukuman yang pantas hanya satu setengah tahun penjara.

Høiby, yang berusia 29 tahun, mengakui beberapa dakwaan yang lebih ringan seperti perkara narkoba dan pelanggaran lalu lintas. Namun, ia membantah tuduhan pemerkosaan dan kekerasan fisik yang menjadi inti perkara.

Salah satu pengakuan yang mencuat adalah penyelundupan 3,5 kg ganja. Fakta itu memperlihatkan bahwa berkas perkara ini tidak hanya berisi satu jenis pelanggaran, melainkan rangkaian dakwaan yang luas.

Dampak ke keluarga kerajaan

Kasus ini hadir di tengah situasi sulit bagi keluarga kerajaan. Putri Mahkota Mette-Marit dilaporkan sedang sakit keras dan masuk daftar tunggu transplantasi paru-paru dengan harapan hidup yang kritis.

Pengadilan juga menolak permohonan agar Høiby dibebaskan sementara untuk menjenguk ibunya. Pada akhirnya, Mette-Marit bersama Putra Mahkota Haakon datang mengunjungi Høiby di penjara Ila di luar Oslo, tempat ia ditahan sejak awal Februari.

Peggy Simcic Brønn, profesor sosiologi reputasi dari BI Norwegian Business School, menyebut situasi ini sebagai krisis yang sangat besar. Ia mengatakan, “Ada situasi krisis institusional, dan ini adalah krisis kepercayaan yang sangat besar.”

Korban, sidang, dan bayangan reputasi monarki

Selama persidangan, pasangan calon raja dan ratu Norwegia itu memilih menjaga jarak dari ruang sidang untuk menghormati para korban. Di saat yang sama, langkah itu tetap dimaknai sebagai dukungan sebagai orangtua.

Empat perempuan yang menjadi korban dugaan pemerkosaan tetap anonim sepanjang proses hukum. Namun, nama Nora Haukland, mantan kekasih Høiby yang dikenal sebagai influencer, ikut terbuka dan menjadi perhatian publik.

Høiby tumbuh bersama saudara-saudaranya dalam lingkungan istana setelah ibunya menikah ke keluarga kerajaan saat ia masih berusia empat tahun. Jika pengadilan menjatuhkan hukuman berat, dampaknya diperkirakan akan memperpanjang bayangan buruk terhadap reputasi monarki Norwegia.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru