California mulai menguji cara baru melawan macet di Interstate 15, dan pendekatannya tidak biasa. Alih-alih menambah lajur, sistem ini justru mengatur kapan mobil boleh masuk ke jalan bebas hambatan lewat algoritma dan ramp meter yang saling terhubung.
Proyek ini menjadi pilot smart freeway pertama di California. Ruas sepanjang 8 mil di lintas utara I-15 antara Temecula dan Murrieta dipasang tanpa pelebaran jalan, padahal koridor tersebut dikenal sangat padat di California Selatan.
Cara Kerja Sistem di I-15
Skema senilai 33 juta dolar AS ini mengandalkan sensor, ramp meter, dan algoritma komputer yang bekerja bersama. Tiga titik masuk di Temecula Parkway, Rancho California Road, dan Winchester Road dihubungkan agar dapat mengatur jumlah kendaraan yang masuk serta waktu masuknya.
Di sepanjang ruas jalan itu, papan digital juga menampilkan rekomendasi kecepatan. Tujuannya adalah meratakan arus kendaraan dan mengurangi pola stop-and-go yang sering memicu kemacetan lebih panjang.
Bagi pengemudi, dampaknya bisa terasa langsung di pintu masuk freeway. Mereka dapat menunggu di ramp hingga empat menit sebelum diizinkan bergabung ke arus utama.
Mengapa Otoritas Memilih Cara Ini
Jalur I-15 antara batas Kabupaten Riverside-San Diego dan simpang I-215 sebenarnya bisa ditempuh kurang dari 10 menit saat kondisi ideal. Namun saat jam pulang kerja, komuter sering menghabiskan 25 hingga 45 menit hanya untuk bergerak perlahan di tengah kemacetan.
Otoritas transportasi setempat memilih pendekatan ini karena pelebaran jalan bukan solusi cepat. Di California, upaya semacam itu biasanya memerlukan lajur tambahan, biaya ratusan juta dolar dari uang pajak, dan pekerjaan konstruksi yang justru bisa memperlambat lalu lintas selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
Masih Pilot, Belum AI
Meski ada pemberitaan yang menyebut sistem ini dikelola kecerdasan buatan, RCTC menegaskan hal itu tidak tepat. Juru bicara lembaga tersebut, David Knudsen, mengatakan sistem itu memakai teknologi manajemen lalu lintas yang sudah diprogram sebelumnya.
Knudsen menjelaskan bahwa tujuan utamanya adalah menciptakan arus lalu lintas yang konsisten di jaringan freeway. Koordinasi ramp metering di tiga on-ramp itu diharapkan membantu mengurangi frustrasi akibat stop-and-go.
Apa Yang Ingin Dibuktikan
Proyek Temecula ini dijadwalkan berjalan selama dua tahun. Jika hasilnya dianggap berhasil, pejabat terkait akan bekerja sama dengan Caltrans untuk memperluas sistem ke lokasi lain di Riverside County dan kemungkinan ke wilayah California lainnya.
Pengalaman di Denver menunjukkan sistem serupa bisa memangkas waktu tempuh sekitar 20 persen. Di Australia, teknologi seperti ini juga lebih banyak dipakai dan disebut mampu menurunkan 35 hingga 65 persen, tergantung koridor jalan dan peningkatan kecepatan rata-rata yang dihasilkan.
Keberhasilannya tetap akan ditentukan oleh data lalu lintas yang baik. Namun bagi pengemudi yang ingin sampai rumah lebih cepat, logikanya sederhana: menahan sebagian mobil di ramp agar arus di freeway di depan bisa bergerak lebih lancar.
