Geneva memasuki status siaga saat kota itu bersiap menghadapi aksi protes besar yang diperkirakan menarik hingga 50.000 demonstran pada hari Minggu. Suasana tegang ini muncul di tengah meningkatnya tensi seputar KTT G7 yang berlangsung di Évian, Prancis.
Massa diperkirakan bergerak ke kota perbatasan Swiss itu untuk menyuarakan penolakan terhadap kapitalisme, eksploitasi, dan sejumlah isu lain. Otoritas setempat menilai skala aksi ini cukup besar untuk memengaruhi pusat kota dan jalur pergerakan delegasi KTT.
Geneva Jadi Titik Kumpul Utama
Protes tersebut disiapkan oleh koalisi No G7 yang terdiri dari beberapa lusin kelompok. Pemilihan Geneva bukan tanpa alasan, karena Prancis menolak menerbitkan izin untuk demonstrasi apa pun di dekat lokasi KTT, menurut pemerintah kota Geneva.
Letak Geneva yang berjarak sekitar 50 kilometer di barat daya Évian membuat kota ini menjadi titik yang sangat sensitif. Selain berpotensi menjadi lokasi aksi, bandara Geneva juga akan menjadi titik kedatangan para pemimpin dan rombongan mereka pada hari Senin.
Kondisi itu membuat pusat kota berada dalam kewaspadaan selama beberapa hari. Ratusan toko mewah, bank, hotel, dan supermarket memasang papan kayu di fasad dan jendela etalase sebagai langkah antisipasi jika terjadi gangguan.
Bayang-Bayang Kerusuhan Lama
Kekhawatiran warga dan pelaku usaha juga dipengaruhi pengalaman masa lalu. Pada pertemuan di Évian pada 2003, perusuh memecahkan kaca, menjarah toko, dan menyebabkan kerugian jutaan dolar di Geneva.
Catatan itu memperkuat alasan kewaspadaan menjelang unjuk rasa kali ini. Dengan jumlah peserta yang diperkirakan sangat besar dan lokasi kota yang berdekatan dengan venue KTT, otoritas setempat dituntut menjaga demonstrasi tetap terkendali tanpa memicu kerusakan baru.
