Marathon Digital sedang mengubah aset yang dulu dipakai untuk menambang bitcoin menjadi senjata baru untuk masuk ke pasar infrastruktur AI. Perusahaan itu menilai tanah, daya listrik, dan pusat data yang sudah mereka kuasai bisa jauh lebih bernilai ketika permintaan komputasi berdaya tinggi terus menekan pasokan listrik.
CEO Fred Thiel mengatakan pergeseran itu bukan reaksi mendadak. Ia menyebut strategi menuju infrastruktur AI dan komputasi berkinerja tinggi sudah disusun lebih dari dua tahun, berangkat dari pengalaman Marathon mengamankan daya murah dan kapasitas pusat data untuk penambangan bitcoin.
Dari tambang bitcoin ke portofolio daya
Pada awalnya, Marathon lebih memilih membawa komputasi ke situs penambangan bitcoin yang di-hosting ketimbang memiliki infrastruktur dasarnya. Model itu masuk akal ketika perusahaan ingin mengalihkan lebih banyak modal langsung ke mesin penambang.
Situasinya berubah saat tekanan di sektor penambangan bitcoin pada 2023 membuka peluang membeli aset dengan harga rendah. Thiel mengatakan Marathon berhasil membeli sekitar 70% dari seluruh kapasitas yang mereka operasikan dengan harga di bawah biaya penggantian.
Pembelian itu memberi Marathon kendali atas tanah dan daya di banyak lokasi. Perusahaan lalu menambah aset kelistrikan, termasuk sebuah ladang angin, dan mulai menambang dengan flare gas di ladang minyak.
Marathon juga bergerak ke pengembangan pusat data di luar Amerika Serikat. Di Abu Dhabi, perusahaan membangun dua pusat data lewat kesepakatan 250 megawatt di Uni Emirat Arab, lengkap dengan pendinginan cair immersion dan operasi tanpa pendingin udara.
AI butuh daya, dan itu jadi pembatas utama
Dalam pandangan Marathon, hambatan terbesar bagi pertumbuhan infrastruktur AI bukan lagi sekadar chip, melainkan ketersediaan listrik. Thiel mengatakan perusahaan kini berbicara dengan penyedia silikon, pembuat model, hyperscaler, neocloud, hingga pelanggan korporasi yang membutuhkan kapasitas komputasi baru.
Marathon menilai banyak situsnya menarik bagi calon pembeli atau mitra. Setelah menunjuk penasihat pihak ketiga untuk menilai lokasi mana yang cocok bagi hyperscaler dan peningkatan apa yang dibutuhkan, hasilnya menunjukkan “sebagian besar” situs Marathon dinilai menarik.
Perusahaan juga membentuk kerangka kemitraan dengan Starwood. Menurut Thiel, proses itu rampung pada Februari setelah keduanya menguji minat pelanggan bersama, dan pembicaraan tersebut telah berlangsung lebih dari dua tahun.
Saat ini Marathon memiliki lebih dari 1,1 gigawatt daya yang sudah tersambung dalam portofolio. Situs berkapasitas 100 megawatt atau lebih disebut menarik bagi hyperscaler, sedangkan lokasi yang lebih kecil cenderung diminati neocloud dan penyedia AI inference.
Model sewa jadi jalur yang dipilih
Marathon saat ini memilih model real estate dan leasing ketimbang GPU-as-a-service. Thiel menilai pendekatan itu punya ekonomi yang lebih baik dan membutuhkan modal lebih rendah dibanding membangun serta mengoperasikan infrastruktur komputasi sendiri.
Ia mencontohkan pembangunan situs 100 megawatt untuk model neocloud yang bisa memerlukan sekitar $100 juta untuk infrastruktur dan $300 juta untuk komputasi. Melalui kemitraan Starwood, Marathon bisa menyumbang situs ke usaha patungan dan memperoleh kredit ekuitas sebelum menambah modal lagi.
Thiel menegaskan perusahaan tidak ingin menjadi segalanya untuk semua orang. Namun, ia menilai portofolio Marathon saat ini cocok untuk lingkungan sewa dan bisa dimonetisasi lewat struktur yang lebih ringan modal.
Dalam jangka lebih panjang, Marathon tetap membuka opsi kemitraan dengan vendor silikon di situs yang lebih kecil. Dalam skenario itu, Marathon mengoperasikan infrastruktur sementara mitra menyediakan chip, lalu tahap berikutnya bisa berkembang menjadi kampus pusat data besar bersama hyperscaler, neocloud, dan komponen milik sendiri.
Pelanggannya datang dari banyak sisi
Peluang Marathon tidak hanya datang dari perusahaan AI murni. Thiel mengatakan pembicaraan juga berlangsung dengan vendor silikon dan perusahaan yang ingin mengamankan lokasi berdaya listrik sebelum memasarkan kapasitas ke pelanggan mereka.
Ia menyoroti persaingan pembuat model seperti OpenAI dan Anthropic yang sama-sama berebut pangsa pasar bergantung pada kapasitas komputasi yang tersedia. Di sisi lain, vendor silikon juga makin fokus mengamankan akses ke situs berdaya untuk pelanggan mereka.
Permintaan korporasi ikut membuka jalur baru, terutama untuk private cloud. Thiel mengatakan perusahaan bisa mencari lingkungan AI khusus untuk menekan biaya dan menjaga kontrol atas data sensitif.
Ia mengaitkan peluang itu dengan investasi Marathon di Exaion di Prancis. Menurut dia, bisnis Exaion mencakup private cloud infrastructure, sementara kekhawatiran soal kedaulatan data di Eropa membuka ruang bagi alternatif cloud non-AS.
Untuk pelanggan korporasi, Thiel memperkirakan kebutuhan daya biasanya berada di kisaran 5 megawatt hingga 25 megawatt, dan umumnya di bawah 50 megawatt. Beberapa institusi keuangan besar disebut bisa membutuhkan footprint yang jauh lebih besar.
Fokus dekat: sewa tenant dan Long Ridge
Dalam waktu dekat, Marathon memusatkan perhatian pada penandatanganan sewa tenant untuk portofolio yang sudah ada dan penutupan transaksi Long Ridge. Perusahaan juga ingin menyewakan kapasitas di lokasi itu, dan manajemen menilai transaksi tersebut bisa menjadi pendorong besar nilai pemegang saham tahun ini.
Thiel menekankan pentingnya kelayakan kredit tenant karena biaya modal yang lebih murah sangat penting dalam pengembangan pusat data. Ia mengatakan kemitraan Starwood memberi manfaat credit wrap, sementara kerja sama dengan perusahaan AI non-investment grade kemungkinan butuh penyangga tambahan yang bisa datang dari vendor silikon.
Di bawah struktur Starwood, Marathon hanya menyumbang situs setelah lokasi itu disewa. Thiel mengatakan Starwood harus mengejar nilai yang telah disumbangkan Marathon sebelum perusahaan menulis cek lagi, dan pembengkakan biaya tidak dibebankan ke neraca Marathon.
Model ini juga memberi Marathon fleksibilitas untuk terus menambang bitcoin di lokasi yang sama sampai tenant membutuhkan ruangnya. Setelah itu, perusahaan dapat memindahkan infrastruktur penambangan kontainer ke tempat lain.
Thiel mengatakan Marathon pada akhirnya bisa menjual aset pusat data yang sudah stabil dan memakai kembali modalnya, atau mempertahankannya untuk arus kas. Dengan cara itu, perusahaan tetap bisa menambah lahan dan daya untuk proyek-proyek berikutnya.
