Olahraga Indonesia sedang didorong keluar dari citra lama sebagai sektor yang hanya menyerap anggaran. Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia ingin menjadikannya penggerak ekonomi yang mampu menciptakan pekerjaan, menarik investasi, dan memperluas aktivitas bisnis.
Arah baru itu ditempuh melalui kerja sama dengan Preston Robert Tisch Institute for Global Sport, New York University (NYU), Amerika Serikat. Kemitraan tersebut menempatkan pendidikan, riset, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi transformasi ekosistem olahraga nasional.
Nota kesepahaman ditandatangani Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir bersama Dekan NYU School of Professional Studies Angie Kamath di New York pada Selasa, 21 Juli 2026 waktu setempat. Informasi penandatanganan itu disampaikan dalam keterangan tertulis yang dimuat Kompas.com pada Kamis, 23 Juli 2026.
Kerja sama ini membawa target yang lebih luas daripada peningkatan prestasi atlet di arena. Pemerintah ingin membangun sistem olahraga yang berkelanjutan dan mampu memberi dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Olahraga Tidak Lagi Sekadar Pos Pengeluaran
Erick Thohir menilai perkembangan olahraga global menunjukkan sektor ini dapat tumbuh menjadi industri yang bernilai ekonomi tinggi. Menurutnya, olahraga dapat membuka lapangan kerja, menggerakkan investasi, sekaligus mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih sehat.
“Olahraga tidak lagi dipandang sebagai sumber pengeluaran, tetapi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi sebagaimana telah terbukti di Amerika Serikat,” kata Erick. Pandangan tersebut menjadi alasan Kemenpora membuka ruang yang lebih besar bagi investasi dalam ekosistem olahraga Indonesia.
Pengembangan sport tourism atau pariwisata olahraga juga masuk dalam agenda yang didorong pemerintah. Aktivitas olahraga diharapkan tidak berhenti pada kompetisi, tetapi juga menciptakan pergerakan ekonomi melalui sektor-sektor terkait.
| Fokus Kolaborasi | Bentuk Pengembangan | Target Utama |
|---|---|---|
| Pendidikan olahraga | Manajemen dan bisnis olahraga | Menyiapkan tenaga profesional |
| Riset dan inovasi | Transfer pengetahuan serta pengembangan SDM | Mempercepat transformasi ekosistem |
| Industri olahraga | Investasi dan sport tourism | Mendorong pertumbuhan ekonomi |
Jalur Pendidikan bagi Atlet dan Profesional
Preston Robert Tisch Institute for Global Sport dikenal sebagai institusi pendidikan dan riset yang menaruh perhatian pada kepemimpinan, manajemen, bisnis, kebijakan, serta inovasi olahraga global. Kapasitas tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan Indonesia untuk memperkuat pengelolaan olahraga di luar pertandingan.
Melalui nota kesepahaman ini, Kemenpora membuka peluang mengirim atlet berprestasi untuk menempuh pendidikan di institut tersebut. Langkah ini diharapkan memberi atlet jalur pengembangan kapasitas yang lebih luas, termasuk setelah atau di luar masa kompetisi.
Kemenpora juga melihat kemungkinan kerja sama akademik yang lebih besar di Indonesia. Erick berharap NYU dapat menjajaki pembukaan program profesional di bidang bisnis olahraga, manajemen olahraga, dan disiplin terkait.
Kebutuhan tenaga profesional menjadi semakin penting ketika industri olahraga diarahkan untuk tumbuh lebih terbuka bagi investasi. Ekosistem tersebut memerlukan orang-orang yang memahami tata kelola, kepemimpinan, kebijakan, bisnis, dan inovasi secara terpadu.
“Saya percaya New York University dapat memainkan peran penting dalam menyiapkan generasi baru pemimpin olahraga Indonesia,” ujar Erick. Kemenpora menyatakan siap memfasilitasi proses tersebut apabila NYU berminat mengembangkan program akademik di Indonesia.
Transfer Pengetahuan Jadi Kunci
Kerja sama internasional ini diproyeksikan menjadi jalur untuk membawa praktik pengelolaan olahraga global ke Indonesia. Transfer pengetahuan dan riset diharapkan membantu mempercepat pembaruan ekosistem, dari pengembangan atlet hingga pengelolaan industri.
Erick menegaskan pintu kemitraan tetap terbuka untuk menghubungkan NYU dengan mitra strategis di Indonesia. Target akhirnya adalah memperkuat kontribusi industri olahraga terhadap ekonomi nasional melalui SDM yang lebih siap dan ekosistem yang lebih kompetitif.
