Maliq & D’Essentials memasuki fase baru dalam perjalanan musik mereka. Setelah menonton pertunjukan perdana musikal Senja Teduh Pelita, grup ini mengungkap bahwa mereka kini tengah menggarap album studio ke-10.
Momen itu datang di tengah perayaan 24 tahun perjalanan band, sehingga kabar album baru terasa seperti penanda penting bagi mereka. Bagi para personel, pengalaman melihat lagu-lagu mereka hadir dalam format musikal memberi dorongan kreatif yang berbeda dari biasanya.
Pengalaman panggung yang mengubah cara pandang
Widi Puradiredja menyebut proses menulis lagu kini terasa lebih menantang setelah menyaksikan karya mereka dihidupkan dalam pertunjukan musikal. Ia menilai ada energi emosional baru yang muncul saat lagu-lagu tersebut diterjemahkan ke panggung dengan cara yang berbeda.
Menurut Widi, pengalaman itu juga menjadi pengingat bahwa lagu baru harus tetap memberi sesuatu yang segar bagi pendengar. Di saat yang sama, ia merasa proses berkarya kini menuntut pertimbangan yang lebih luas karena publik yang mendengar Maliq & D’Essentials sudah berkembang dari berbagai generasi.
Album ke-10 masih dalam proses
Widi mengakui bahwa mencipta lagu saat ini tidak sesederhana masa-masa awal. Setiap materi baru perlu dipikirkan dari banyak sisi, termasuk bagaimana kemungkinan penerimaan publik dan bagaimana lagu itu beresonansi dengan pendengar yang semakin beragam.
Meski begitu, ia tetap memegang keyakinan bahwa karya yang digarap dengan ketulusan akan menemukan jalannya sendiri. Baginya, selama sebuah lagu dibuat dengan sepenuh hati dan sebaik mungkin, karya itu pada akhirnya akan sampai ke orang yang tepat.
Ruang baru dari kolaborasi lintas medium
Widi juga menyambut baik kehadiran Senja Teduh Pelita di tengah persiapan album baru mereka. Menurutnya, musikal itu bukan hanya menghadirkan lagu ke panggung dalam bentuk berbeda, tetapi juga membuka ruang tafsir baru bagi para kreator.
Dari proses itu, lagu-lagu Maliq & D’Essentials tetap menjaga esensinya, namun memunculkan makna tambahan lewat sudut pandang lain. Widi menilai hal paling penting bukanlah apakah maknanya sama persis dengan versi awal, melainkan perasaan yang dibawa penonton sepulang dari pertunjukan.
Ia menyebut pengalaman yang paling berharga adalah ketika penonton pulang dengan rasa senang, empati, atau sesuatu yang menyentuh. Energi positif dari pengalaman itu juga disebut akan ikut menjadi bekal saat Maliq & D’Essentials kembali masuk studio untuk merampungkan album ke-10, meski jadwal rilisnya belum diumumkan.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Band | Maliq & D’Essentials |
| Proyek baru | Album studio ke-10 |
| Inspirasi utama | Musikal Senja Teduh Pelita |
| Konteks | Perayaan 24 tahun perjalanan band |
| Catatan rilis | Jadwal rilis belum diungkap |
Di balik proses kreatif itu, Maliq & D’Essentials tampak sedang menyiapkan babak baru yang lahir dari dialog antara musik dan panggung. Bagi mereka, pengalaman menyaksikan lagu sendiri dipentaskan kembali justru menjadi pemantik untuk kembali masuk studio dan merampungkan album berikutnya.
