LineShine Geser El Capitan, China Rebut Puncak Superkomputer Dunia

China akhirnya merebut posisi puncak superkomputer dunia setelah LineShine menempati peringkat pertama daftar TOP500. Mesin ini mencatat hampir 2,2 kuadriliun kalkulasi per detik, atau 2,198 exaflops per second, dan langsung menggeser dominasi lama Amerika Serikat.

Pencapaian itu penting bukan hanya karena angkanya besar, tetapi juga karena TOP500 selama bertahun-tahun hampir selalu dikuasai mesin-mesin dari AS. Kini, daftar yang menjadi acuan industri komputasi performa tinggi itu memperlihatkan perubahan besar di papan atas.

LineShine naik, El Capitan turun

LineShine dibangun oleh Shenzhen Cloud Computing Center dan ditempatkan di National Supercomputing Centre di Shenzhen. Mesin ini memimpin daftar terbaru TOP500, yang dirilis dua kali setahun untuk mengukur superkomputer tercepat di dunia.

Di sisi lain, El Capitan milik Lawrence Livermore National Laboratory harus turun ke posisi kedua. Lab tersebut menyebut El Capitan mampu mencapai 2,821 exaflops per second, tetapi performa yang tercatat di edisi TOP500 kali ini hanya 1,809 exaflops per second.

SuperkomputerLokasi/LembagaPerforma di TOP500Catatan
LineShineShenzhen Cloud Computing Center, National Supercomputing Centre di Shenzhen2,198 exaflops per secondPeringkat 1
El CapitanLawrence Livermore National Laboratory1,809 exaflops per secondPeringkat 2

Bagaimana TOP500 menilai performa

TOP500 sudah ada sejak 1993, ketika daftar itu pertama kali dirancang dalam sebuah pertemuan superkomputer di Mannheim, Jerman. Sejak saat itu, peringkat ini dirilis setiap enam bulan dan menjadi salah satu acuan paling dikenal untuk membandingkan kemampuan mesin komputasi kelas atas.

Penilaiannya memakai paket perangkat lunak High-Performance Linpack, atau HPL. Tes ini mengukur seberapa banyak kalkulasi yang dapat dilakukan dalam rangkaian algoritma kompleks dalam satu detik.

Hasilnya dinyatakan dalam exaflops, yakni ukuran yang menunjukkan kekuatan komputasi superkomputer. Satu exaflop setara dengan satu quintillion operasi per detik, atau satu miliar miliar operasi per detik.

Di balik angka besar LineShine

TOP500 mencatat LineShine memiliki 13,79 juta computing cores yang dibangun dalam prosesor LX2 berisi 304 core. Daftar itu juga menyebut mesin ini secara teoritis masih bisa berjalan lebih cepat, dengan estimasi puncak 2,736 exaflops per second.

Angka tersebut memberi gambaran bahwa performa yang terlihat di TOP500 belum tentu batas maksimal sebuah sistem. Dalam kasus LineShine, ruang peningkatan teoritisnya masih cukup besar dibanding skor yang sudah dicatatkan.

Lima besar masih dikuasai mesin raksasa

Di belakang LineShine dan El Capitan, persaingan lima besar tetap ketat. Frontier milik Oak Ridge National Laboratory di Tennessee berada di posisi ketiga dengan 1,353 exaflops per second, disusul Aurora milik Argonne National Laboratory di Illinois dengan 1,012 exaflops per second.

JUPITER Booster milik Julich Supercomputing Centre di Jerman melengkapi lima besar dengan tepat 1 exaflop per second. Komposisi ini menunjukkan bahwa AS masih kuat di papan atas, meski posisi teratas kini pindah ke China.

PeringkatSuperkomputerLembagaPerforma
1LineShineShenzhen Cloud Computing Center2,198 exaflops per second
2El CapitanLawrence Livermore National Laboratory1,809 exaflops per second
3FrontierOak Ridge National Laboratory1,353 exaflops per second
4AuroraArgonne National Laboratory1,012 exaflops per second
5JUPITER BoosterJulich Supercomputing Centre1 exaflop per second

Quantum computer mulai masuk perhitungan jangka panjang

Di tengah dominasi superkomputer klasik, quantum computer mulai dipandang sebagai tantangan jangka panjang. Perbandingannya tidak sederhana karena dua jenis mesin itu bekerja dengan prinsip yang sangat berbeda.

Quantum computer tidak dibatasi kalkulasi biner seperti superkomputer tradisional, sehingga ukuran exaflops per second tidak relevan untuk menilai performanya. Sejumlah peneliti quantum bahkan sudah mengklaim mesin mereka mampu melakukan kalkulasi miliaran kali lebih cepat daripada superkomputer tercepat sekalipun.

Terkait