3 Bagian Rumah yang Paling Banyak Menyerap Panas, Bikin Ruangan Cepat Gerah

Cuaca terik sering membuat rumah terasa lebih panas dari yang diperkirakan. Penyebabnya bukan hanya udara luar, tetapi juga cara beberapa bagian bangunan menyerap lalu melepaskan panas ke dalam ruangan.

Akibatnya, kipas angin atau pendingin ruangan kadang terasa kurang efektif. Ada 3 titik utama yang paling sering menjadi jalur masuk panas, yaitu atap, dinding yang kena matahari langsung, dan jendela kaca.

Atap jadi penyerap panas paling besar

Atap menerima sinar matahari paling lama karena posisinya berada di bagian paling atas rumah. Permukaannya menyerap panas sejak pagi hingga sore, lalu panas itu merambat ke ruang di bawahnya.

United States Department of Energy menyebut panas yang diserap atap dapat meningkatkan suhu bagian dalam rumah. Karena itu, ruangan di lantai atas atau tepat di bawah atap biasanya terasa lebih gerah dibanding area lain.

Warna dan material atap ikut menentukan besar kecilnya panas yang masuk. Atap berwarna gelap cenderung menyerap lebih banyak panas dibanding warna terang, sementara atap aspal dan logam tanpa lapisan pemantul panas bisa menjadi sangat panas saat terkena matahari langsung.

Di sisi lain, atap terang atau material yang dirancang untuk memantulkan panas, seperti cool roof, membantu menjaga suhu rumah tetap lebih sejuk. Kombinasi warna dan material ini menjadi penting saat cuaca terik berlangsung lama.

Dinding yang menghadap matahari ikut menyimpan panas

Selain atap, dinding yang terkena sinar matahari langsung juga dapat menyerap panas dalam jumlah besar. Kondisi ini biasanya lebih terasa pada dinding yang menghadap arah datangnya matahari pada siang hingga sore hari.

YourHome, situs panduan rumah hemat energi milik Pemerintah Australia, menyebut dinding berbahan bata, beton, atau batu mampu menyimpan panas selama siang hari. Panas itu kemudian dilepaskan perlahan, sehingga rumah masih terasa gerah meski matahari sudah terbenam.

Karakter material seperti ini membuat suhu dalam rumah sulit turun cepat setelah sore. Karena itu, insulasi atau pelapis dinding yang tepat menjadi langkah penting untuk mengurangi perpindahan panas dari luar ke dalam rumah.

Insulasi berbahan fiberglass, wol mineral, atau busa kaku dapat membantu menghambat panas masuk. Dengan perlindungan itu, dinding tidak terlalu mudah berubah menjadi penyimpan panas saat cuaca panas berlangsung sepanjang hari.

Jendela kaca membuat panas lebih mudah masuk

Jendela kaca juga sering menjadi sumber panas yang luput diperhatikan. Saat terkena sinar matahari langsung, cahaya dan panas dapat menembus kaca dengan mudah lalu masuk ke dalam rumah.

U.S. Department of Energy menyebut sekitar 25–30 persen panas yang memengaruhi kebutuhan pendinginan dan pemanasan rumah berkaitan dengan perpindahan panas melalui jendela. Setelah masuk, panas itu diserap oleh lantai, dinding, dan furnitur, lalu dipancarkan kembali ke ruangan.

Itulah sebabnya ruang dengan banyak jendela kaca tanpa pelindung biasanya terasa lebih panas pada siang hari. Dalam kondisi seperti ini, suhu ruangan bisa naik cepat meski ventilasi tetap terbuka.

Penggunaan kaca low-e, tirai, atau peneduh jendela dapat membantu menahan panas masuk. Langkah sederhana itu penting terutama di rumah yang mendapat paparan matahari langsung dalam waktu lama.

BMKG sebelumnya menjelaskan puncak musim kemarau di Indonesia diperkirakan terjadi pada Agustus 2026, sehingga cuaca panas masih berpotensi dirasakan di berbagai daerah. Dalam situasi seperti ini, mengenali bagian rumah yang paling menyerap panas menjadi langkah awal untuk menjaga ruangan tetap lebih nyaman.

Bagian RumahRisiko PanasFaktor yang Berpengaruh
AtapMenyerap panas paling lamaWarna gelap, material aspal atau logam tanpa lapisan pemantul panas
DindingMenyimpan panas dan melepasnya perlahanBata, beton, batu, paparan matahari langsung
Jendela kacaMemudahkan panas masuk ke dalam rumahTanpa pelindung, terkena sinar matahari langsung

Di rumah yang terpapar matahari sepanjang hari, tiga titik ini sering bekerja seperti jalur utama panas. Karena itu, perbaikan sederhana pada atap, dinding, dan jendela bisa membantu ruangan terasa lebih sejuk tanpa harus menunggu udara luar berubah lebih ramah.

Source: www.idntimes.com

Terkait