Li Auto Ogah Bikin Sedan, Bosnya Tak Mau Korbankan Ruang dan Nyaman

Li Auto kembali menegaskan sikap yang jarang ditempuh banyak pabrikan mobil listrik China: perusahaan ini belum tertarik membuat sedan. CEO Li Xiang menilai sedan terlalu berisiko mengorbankan ruang kabin dan kenyamanan, dua hal yang justru menjadi inti filosofi desain Li Auto yang berfokus pada “rumah”.

Sikap itu membuat Li Auto terlihat berbeda di tengah pasar yang makin ramai oleh model sedan listrik. Saat banyak pesaing memperluas portofolio ke segmen tersebut, Li Auto tetap bertahan pada SUV dan MPV sebagai wajah utamanya.

Sedan dinilai tidak sejalan dengan identitas merek

Li Xiang menjelaskan bahwa membangun sedan berarti harus menerima kompromi pada ruang dan kenyamanan. Menurut dia, kompromi seperti itu tidak cocok dengan pendekatan desain Li Auto yang menempatkan kenyamanan keluarga sebagai prioritas utama.

Ia juga menyoroti proporsi bodi kendaraan. Jika sedan dibuat lebih tinggi agar ruang interior tetap lega, bentuk dan stance mobil akan berubah, sementara proporsi dan sikap kendaraan disebut sebagai penentu penting karakter sebuah mobil.

Pandangan itu memperlihatkan alasan Li Auto menjaga ciri produknya tetap konsisten. Perusahaan tampaknya lebih memilih mempertahankan identitas yang sudah dibangun ketimbang mengejar segmen baru dengan risiko mengaburkan karakter merek.

Portofolio masih bertumpu pada SUV dan MPV

Saat ini, jajaran produk Li Auto masih didominasi model EREV seri L seperti Li L6, Li L7, Li L8, dan Li L9. Di lini baterai listrik murni, perusahaan memiliki Li i6, Li i8, dan Li Mega.

Dari seluruh model itu, Li Mega menjadi satu-satunya MPV listrik. Selebihnya adalah SUV, yang menunjukkan arah produk Li Auto masih sangat kuat pada kendaraan keluarga berukuran besar.

Meski begitu, penolakan terhadap sedan tidak bersifat mutlak. Li Auto belum menutup kemungkinan masuk ke pasar sedan di masa depan, tetapi ambang yang dipasang perusahaan tergolong tinggi.

Ada syarat bisnis sebelum sedan dipertimbangkan

Dalam panggilan pendapatan pada Mei 2025, Li mengatakan lini EREV SUV dan BEV yang ada sekarang sudah punya kapasitas bisnis yang besar. Ia menilai kedua lini tersebut bisa menopang pendapatan tahunan hingga 300 miliar yuan, atau sekitar $43,9 miliar.

Setelah target sebesar itu tercapai, Li Auto baru akan menentukan waktu yang tepat untuk meluncurkan sedan. Keputusan itu disebut akan bergantung pada permintaan pasar yang benar-benar nyata, bukan sekadar untuk menambah jumlah model.

Pendekatan ini menunjukkan strategi ekspansi yang terukur. Li Auto tampaknya tidak ingin masuk ke segmen sedan sebelum fondasi bisnisnya dinilai cukup kuat.

Fokus perusahaan tetap ada di model flagship

Di saat yang sama, Li Auto masih bersiap memperkuat pasar lewat model unggulan terbarunya. Li L9 Livis EREV SUV dijadwalkan meluncur resmi pada 15 Mei setelah debut dan pembukaan pre-order pada 24 April, hari pertama Beijing Auto Show.

Harga pre-order model itu dipatok 559.800 yuan. Mobil ini juga menjadi model pertama Li Auto yang memakai dua chip smart driving M100 5-nanometer buatan internal perusahaan.

Klaim komputasi chip tersebut mencapai 2.560 TOPS, jauh melampaui Nvidia Thor-U yang saat ini digunakan di pasar utama. Dari sisi elektrifikasi, Li L9 Livis dibekali baterai 72,7 kWh dengan jarak tempuh CLTC 420 kilometer dan dukungan pengisian cepat 5C.

Dengan tangki penuh dan baterai penuh, jarak tempuh gabungannya diklaim melampaui 1.500 kilometer. Pada hari yang sama, Onvo, submerek Nio, juga akan meluncurkan SUV listrik murni besar L80 berkapasitas lima penumpang.

Di tengah persaingan yang semakin padat, Li Auto masih menjaga strategi produknya pada satu prinsip utama: ruang, kenyamanan, dan karakter kendaraan harus tetap konsisten. Pada April, perusahaan mencatat pengiriman 34.085 unit, naik tipis 0,43 persen dibanding 33.939 unit setahun sebelumnya, tetapi turun 16,97 persen dari 41.053 unit pada Maret.

Source: cnevpost.com

Baca Juga

Back to top button