Lenovo membuat batas antara tablet produktivitas dan laptop entry-level makin tipis lewat Yoga Tab yang dijual di kisaran Rp9 jutaan. Paket penjualannya langsung menyertakan keyboard dan stylus, sehingga perangkat ini terasa siap dipakai bekerja sejak dikeluarkan dari kotak.
Di tengah tren work from anywhere yang semakin kuat, pendekatan seperti ini menjadi relevan untuk pengguna yang butuh perangkat ringkas untuk rapat online, kerja di kafe, dan mobilitas harian. Lenovo memposisikan perangkat ini sebagai alternatif yang lebih ringan tanpa mengorbankan fitur produktivitas utama.
Siap kerja sejak awal, bukan tablet polos
Yoga Tab hadir dengan bodi full metal berwarna silver dove yang tampil elegan dan rendah profil. Ketebalannya hanya 6,2 mm dengan bobot 458 gram, sehingga masih nyaman dipakai dengan satu tangan dalam waktu lama.
Lenovo juga memasukkan Lenovo Pen Pro dan Keyboard Case Pack ke dalam boks. Keyboard-nya dilengkapi trackpad responsif dengan dukungan multi-finger gesture, jadi pengalaman kerja terasa lebih dekat ke laptop ketimbang tablet biasa.
Mode desktop dan AI jadi andalan produktivitas
Peralihan dari laptop ke tablet dibuat lebih mulus lewat Mode Desktop bawaan Lenovo. Untuk multitasking, fitur split screen dan floating window juga tersedia agar pengguna bisa membuka beberapa aplikasi sekaligus.
Lenovo menambahkan sejumlah fitur AI yang diarahkan ke pekerjaan praktis. Smart AI Input memungkinkan perintah AI langsung di berbagai aplikasi, sementara AI Live Transcript mengubah percakapan rapat online menjadi teks.
Selain itu, Sketch to Image dan AI Super Resolution membantu mengolah sketsa menjadi gambar yang lebih matang di Lenovo Note. Kombinasi ini menegaskan bahwa Yoga Tab memang lebih serius ke produktivitas daripada sekadar konsumsi konten.
Layar cepat, audio kuat, dan performa kelas atas
Untuk tampilan, Yoga Tab memakai panel IPS 3.2K PurePro dengan refresh rate 144Hz dan tingkat kecerahan hingga 800 nits. Hasilnya, layar terasa tajam dan responsif untuk kerja maupun hiburan.
Sektor audio ditopang empat speaker bertenaga, dengan klaim Lenovo bahwa kualitas suaranya setara laptop Yoga konvensional meski harga perangkat ini jauh lebih rendah. Di atas kertas, paket ini membuatnya terasa seperti perangkat premium yang dibawa ke kelas harga lebih ramah.
Di bagian performa, Lenovo memasang Snapdragon 8 Gen 3 dengan RAM dan penyimpanan 12GB/256GB. Konfigurasi ini menempatkan tablet tersebut di level tinggi untuk menjalankan aplikasi berat tanpa gejala reload yang mengganggu.
Ada pula catatan menarik dari pengujian gaming. Beberapa gim sempat terkunci di 60Hz, tetapi limitasi itu terbuka saat PC Mode diaktifkan dan gim bisa berjalan hingga 120Hz.
Ada kompromi yang perlu dipertimbangkan
Meski kuat di produktivitas, Yoga Tab tidak menawarkan slot SIM card fisik maupun eSIM. Artinya, konektivitasnya bergantung sepenuhnya pada Wi-Fi dan Bluetooth.
Kapasitas baterai 8.860 mAh juga punya catatan tersendiri saat dipakai bermain gim berat. Resolusi layar 3.2K membuat GPU bekerja lebih keras dan baterai terkuras lebih cepat, terutama saat memainkan judul seperti Wuthering Waves.
Rasio layar 16:10 juga tidak selalu cocok untuk semua pengguna produktivitas. Sebagian orang mungkin lebih nyaman dengan rasio 3:2 yang terasa lebih kotak untuk pekerjaan dokumen dan browsing.
Paket nilai tambah untuk pekerja mobile
Lenovo menempatkan Yoga Tab sebagai perangkat siap pakai untuk pekerja mobile dan kreator konten. Untuk mendukungnya, perusahaan memberi bonus trial Adobe Express dan Lightroom Mobile selama 3 bulan.
Dukungan perangkat lunaknya juga cukup panjang, dengan janji 2 kali OS upgrade dan 4 tahun security patch. Lenovo turut menyertakan Accidental Damage Protection selama 1 tahun untuk satu kali klaim kerusakan akibat kelalaian pengguna.







