Lenovo Dorong AI ke Pabrik dan Kelas Pintar, Robot Inspeksi Jadi Sorotan Utama

Lenovo mendorong kecerdasan buatan ke dua area yang sangat berbeda, pabrik dan sekolah, lewat ekosistem yang dirancang untuk kerja dan pembelajaran cerdas. Di Lenovo Tech Day 2026 di Jakarta pada Kamis (18/6), perusahaan menunjukkan bahwa AI tidak lagi diposisikan sebagai pelengkap, melainkan sebagai fondasi operasional yang lebih terhubung dan adaptif.

Langkah ini terasa penting karena Lenovo tidak hanya memperlihatkan perangkat baru, tetapi juga pendekatan yang menggabungkan perangkat, infrastruktur, perangkat lunak, dan layanan dalam satu ekosistem. President Director Lenovo Indonesia Budi Janto mengatakan pendekatan itu dibuat agar pelanggan bisa mengadopsi AI dengan lebih percaya diri dan membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

AI untuk pabrik yang lebih efisien

Di sisi manufaktur, Lenovo memperkenalkan ekosistem smart manufacturing yang memadukan AI, computer vision, edge computing, dan intelligent infrastructure. Kombinasi ini ditujukan untuk membantu quality control otomatis, optimasi gudang dan rantai pasok, serta pengelolaan data visual multi-stream dalam skala besar.

Lenovo juga menampilkan sejumlah solusi pendukung, mulai dari robot inspeksi hingga sistem gudang pintar dan computer vision untuk memproses data visual berskala besar. Salah satu fokusnya adalah ekosistem ThinkEdge yang dirancang agar operasi industri modern lebih aman, stabil, dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan tiap sektor.

Dalam demo, Lenovo memperlihatkan robot anjing putih bernama Bot MC yang dirancang untuk inspeksi area industri secara real-time. Perangkat ini berbobot 20 kilogram, mampu bergerak sekitar 3,7 meter per detik, dan bisa berjalan di area datar maupun berundak.

Lenovo menyebut Bot MC cocok digunakan di area restoran atau manufaktur, dengan daya tahan sekitar 1-2 jam dalam sekali pengisian daya. Detail itu menunjukkan bagaimana robot inspeksi mulai diarahkan bukan hanya untuk lingkungan pabrik, tetapi juga ruang operasional yang membutuhkan mobilitas dan pemantauan cepat.

Ruang kelas yang ikut terdorong AI

Di sektor pendidikan, Lenovo membawa solusi smart classroom berbasis AI untuk membuat proses belajar mengajar terasa lebih imersif. Solusi ini dirancang agar siswa bisa memahami pola belajar mereka, lebih terlibat, dan mendapatkan dukungan pembelajaran yang lebih mendalam.

Ekosistem smart classroom tersebut didukung perangkat dan kolaborasi solusi untuk kebutuhan hybrid learning, produktivitas institusi, serta visualisasi dan komputasi modern. Dengan pendekatan ini, AI tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu pengajaran, tetapi juga sebagai bagian dari infrastruktur belajar yang lebih luas.

Lenovo mengaitkan dua sektor itu lewat satu benang merah yang sama, yakni ekosistem terintegrasi untuk kerja dan pembelajaran cerdas. Pameran di Jakarta itu juga menegaskan bahwa perusahaan ingin menunjukkan AI sebagai lapisan inti yang bisa dipakai untuk efisiensi industri sekaligus pengalaman belajar yang lebih responsif.

Dari robot inspeksi di pabrik hingga ruang kelas cerdas, Lenovo menempatkan AI sebagai teknologi yang bisa menghubungkan kebutuhan operasional dan pendidikan dalam satu kerangka yang saling mendukung. Pendekatan ini menjadi pesan utama perusahaan saat menampilkan arah baru untuk manufaktur dan sekolah di Indonesia.

Source: www.gadgetdiva.id

Terkait