Hyundai sedang menyiapkan SUV listrik kompak baru yang tampil dengan gaya boxy dan diarahkan untuk mengisi segmen elektrifikasi yang makin padat. Model berkode HE1i ini menjadi salah satu proyek penting di tengah ambisi Hyundai menghadirkan 26 model baru hingga tahun fiskal 2030.
Prototipe uji coba mobil ini juga sudah beberapa kali tertangkap kamera, yang menandakan pengembangannya berjalan aktif. Penampakan terbaru dari Korea Selatan memberi gambaran yang lebih jelas tentang arah desainnya, meski tubuh mobil masih ditutupi kamuflase tebal.
Desain kotak yang tegas
SUV listrik subkompak ini membawa proporsi bodi tinggi dengan bentuk serba kotak. Siluetnya disebut mirip Hyundai Inster EV yang sudah dipasarkan secara global, terutama pada garis bodi yang sederhana dan kesan kompak yang kuat.
Bagian depan diperkirakan tampil tegak dengan gril tertutup khas EV. Dari balik kamuflase, terlihat DRL LED di posisi atas dan lampu utama terpisah yang ditempatkan lebih rendah di atas bumper.
Panel bodinya dibuat datar dan minimalis untuk memberi kesan kokoh. Garis atap dan garis jendela juga hampir sejajar dengan permukaan tanah sehingga karakter boxy-nya makin kuat.
Detail eksterior yang mulai terbaca
Di sisi samping, mobil ini tampak memakai spion hitam, atap datar, rel atap fungsional, dan pelapis bodi. Hyundai juga terlihat menyiapkan pelek alloy sporty berukuran 17 inci untuk SUV listrik kompak ini.
Bagian belakangnya diperkirakan membawa kaca belakang yang landai dan bumper dengan desain kokoh. Overhang belakang yang sangat pendek ikut memperkuat kesan kompak dan proporsi yang rapat.
Ada kemungkinan elemen pencahayaan bergaya piksel digunakan di bagian depan dan belakang. Jika benar terwujud, identitas visualnya akan terasa dekat dengan jajaran EV Hyundai lain yang dikenal futuristis.
Kabinnya belum dibuka, tetapi fiturnya sudah bisa ditebak
Hyundai belum mengungkap desain interior SUV ini. Namun, posisinya di pasar yang sangat kompetitif membuatnya diperkirakan membawa daftar fitur yang cukup lengkap untuk kelasnya.
Fitur khas kendaraan listrik kemungkinan tersedia, termasuk Vehicle-to-Load atau V2L. Hyundai juga disebut bisa menawarkan tata letak kabin yang fleksibel agar mobil lebih mudah mengakomodasi berbagai jenis muatan.
Di sisi keselamatan, paket perlindungannya diperkirakan tangguh. Sistem bantuan pengemudi seperti ADAS Level 2 juga berpeluang hadir untuk mendukung penggunaan harian.
Platform dan baterai yang mungkin dipakai
SUV listrik kompak baru Hyundai ini kemungkinan memakai versi modifikasi dari platform modular E-GMP (K). Platform tersebut juga digunakan pada Inster EV yang dijual di luar negeri, sehingga arah teknisnya tampak cukup dekat dengan model itu.
Konfigurasi powertrain-nya diperkirakan mirip Inster EV, dengan dua opsi baterai 42 kWh dan 49 kWh. Dalam skenario tersebut, jarak tempuh yang mungkin ditawarkan berada di angka 300 km dan 355 km berdasarkan standar WLTP.
Dengan desain boxy modern, dimensi kompak, dan pendekatan EV yang fungsional, HE1i berpotensi menjadi salah satu model penting Hyundai di segmen listrik kecil. Detail resminya masih ditunggu untuk memastikan seberapa jauh mobil ini akan mendekati Inster EV atau justru membawa identitas baru.
Source: voi.id






