Tekanan suku bunga dan naiknya biaya hidup membuat lender fintech lending semakin berhitung sebelum menyalurkan dana. Minat lender individu belum hilang, tetapi keputusan pendanaan kini jauh lebih selektif dan penuh pertimbangan.
Perubahan perilaku itu terlihat dari cara mereka membaca risiko dan kebutuhan arus kas pribadi. Di saat yang sama, platform pendanaan digital juga dituntut menjaga kepercayaan agar tetap menjadi pilihan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Lender ritel masih penting, tetapi lebih hati-hati
PT Cicil Solusi Mitra Teknologi menilai kehati-hatian lender ritel sebagai respons wajar terhadap situasi ekonomi saat ini. Direktur Cicil, Ivan Joshua Tandika, menyebut sejumlah faktor ikut memengaruhi kapasitas dan kenyamanan lender dalam berinvestasi di pendanaan digital.
Meski begitu, minat lender individu belum menunjukkan pelemahan berarti. Cicil melihat masih ada dorongan dari pencarian alternatif instrumen dengan imbal hasil kompetitif, seiring meningkatnya literasi keuangan digital di masyarakat.
Kepercayaan platform ikut menentukan pilihan
Dalam kondisi yang belum sepenuhnya stabil, lender cenderung memilih platform dengan tata kelola dan manajemen risiko yang baik. Faktor ini menjadi penting karena keputusan pendanaan tidak lagi ditentukan oleh imbal hasil semata.
Cicil juga menempatkan lender ritel sebagai bagian penting dari ekosistem pendanaan digital. Peran mereka dinilai ikut mendorong inklusi keuangan karena membuka akses masyarakat untuk terlibat langsung dalam pendanaan.
Struktur pendanaan dibuat lebih seimbang
Sumber pendanaan Cicil saat ini berasal dari kombinasi lender individu atau ritel dan lender institusi. Strategi ini dipakai untuk menjaga sumber dana tetap terdiversifikasi, stabil, dan berkelanjutan.
Perusahaan menilai keseimbangan dua segmen itu penting agar kesinambungan pendanaan tetap terjaga. Dengan struktur seperti ini, kapasitas penyaluran pembiayaan bisa dijaga secara lebih prudent di tengah perubahan kondisi pasar.
Lender institusi masih menjadi penopang utama
Di sisi lain, lender institusi berfungsi memperkuat kapasitas dan stabilitas pendanaan. Segmen ini penting untuk mendukung pertumbuhan jangka menengah hingga panjang, terutama ketika perusahaan perlu menjaga daya tahan bisnis.
Ivan menegaskan bahwa perusahaan akan terus mengembangkan kedua segmen tersebut secara paralel. Pendekatan itu dipilih agar struktur pendanaan tetap sehat, terdiversifikasi, prudent, dan berkelanjutan.
Data OJK menunjukkan porsi institusi masih dominan
| Segment Pendanaan | Nilai | Porsi |
|---|---|---|
| Lender individu | Rp3,33 triliun | — |
| Lender perbankan | Rp66,25 triliun | 75,59% |
Otoritas Jasa Keuangan mencatat pada April 2026, nilai pendanaan industri pindar yang berasal dari lender individu mencapai Rp3,33 triliun. Pada periode yang sama, lender perbankan masih mendominasi pendanaan industri pindar dengan nilai Rp66,25 triliun.
Kombinasi antara kehati-hatian lender individu dan dominasi lender institusi menunjukkan arah industri yang makin menuntut keseimbangan. Di tengah tekanan suku bunga dan biaya hidup, platform fintech lending perlu menjaga kualitas risiko dan diversifikasi pendanaan agar tetap tumbuh berkelanjutan.
Source: finansial.bisnis.com






