Briket Arang di Dalam Tenda Berujung Maut, Satu Keluarga Tewas Keracunan

Upaya menghangatkan tubuh saat berkemah berubah menjadi tragedi di Taman Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Satu keluarga dilaporkan tewas setelah karbon monoksida dari pembakaran briket arang masuk ke dalam ruang tenda yang tertutup.

Peristiwa itu menegaskan risiko besar dari sumber panas sederhana yang dipakai di dalam kemah. Dalam ruang terbatas, pembakaran arang dapat menghasilkan gas beracun yang tidak terlihat, tetapi berbahaya bagi siapa pun yang menghirupnya.

Bahaya yang tak langsung terasa

Briket arang dibakar dengan tujuan membuat suasana tenda tetap hangat. Namun proses pembakaran itu justru menghasilkan karbon monoksida, gas beracun yang menjadi pemicu kematian keluarga tersebut.

Kasus ini terjadi saat berkemah pada 27 Juni di Taman Wisata Alam Posong. Lokasi wisata alam di Temanggung itu menjadi tempat insiden yang berakhir fatal bagi seluruh anggota keluarga.

Karbon monoksida dikenal berbahaya karena dapat mengancam nyawa tanpa tanda yang mudah disadari. Karena itu, penggunaan sumber panas di dalam tenda perlu dipahami risikonya, terutama ketika udara di sekitar terasa dingin dan orang cenderung mencari cara cepat untuk menghangatkan diri.

Risiko di ruang tertutup

Insiden ini memperlihatkan bahwa ruang tertutup seperti tenda bukan tempat aman untuk pembakaran arang. Saat sirkulasi udara terbatas, gas beracun dapat menumpuk dan membahayakan orang di dalamnya.

Peristiwa di Posong menjadi pengingat bahwa tindakan yang terlihat sederhana bisa berubah menjadi ancaman serius. Dalam kasus ini, briket arang yang dipakai untuk mengatasi dingin justru menjadi pemicu tragedi yang menewaskan satu keluarga.

Source: jateng.antaranews.com

Terkait