Ledakan paket di Monako yang melukai serius seorang miliuner Ukraina terkena sanksi dan dua orang lainnya kini berkembang menjadi pengejaran lintas negara. Penyidik belum berhenti pada satu nama, karena jaksa mengatakan masih ada kemungkinan keterlibatan kaki tangan lain.
Interpol telah mengeluarkan Red Notice untuk Anastasiia Berezovska, perempuan Ukraina berusia 39 tahun yang disebut berbahasa Jerman. Ia dicari atas dugaan percobaan pembunuhan, meletakkan alat peledak di jalan umum dengan niat kriminal, dan konspirasi kriminal.
Paket ditinggalkan di pintu masuk gedung
Insiden bermula ketika sebuah paket ditinggalkan di pintu masuk aula sebuah gedung apartemen kecil. Ledakan terjadi tak lama kemudian saat tiga penghuni sedang masuk, yaitu sepasang dewasa dan seorang anak berusia 13 tahun.
CCTV memperlihatkan sosok berpenampilan memakai bucket hat gelap, yang awalnya diduga laki-laki. Setelah ledakan, tersangka terlihat melarikan diri ke arah komune Prancis, Beausoleil.
| Korban | Kondisi | Perawatan |
|---|---|---|
| Pria dewasa | Luka serius, pada Rabu disebut tidak lagi berada dalam situasi hidup-mati | Nice University Hospital |
| Perempuan dewasa | Luka serius, kondisi belum stabil | Nice University Hospital |
| Anak 13 tahun | Luka ringan, tidak kritis | Lenval, rumah sakit anak di Nice |
Target diduga pengembang properti kaya
Identitas para korban belum dikonfirmasi otoritas Monako. Namun laporan lokal menyebut serangan itu menargetkan Vadym Yermolaiev, pasangannya, dan putranya.
Yermolaiev berusia 58 tahun dan dikenal sebagai pengembang properti kaya yang tinggal di Monako. Ia menjadi warga negara Siprus setelah melepaskan kewarganegaraan Ukraina pada 2019.
Ia juga memiliki kepentingan besar di bisnis anggur dan alkohol di Krimea yang dianeksasi Rusia. Sejak 2023, ia menjadi subjek sanksi yang dijatuhkan pemerintah di Kyiv.
Penyelidikan masih meluas ke luar Monako
Jaksa menyampaikan apresiasi kepada polisi Monako dan Prancis atas kerja sama yang membantu mengidentifikasi, dalam waktu sangat singkat, orang yang diduga melakukan serangan itu. Polisi kini juga menelusuri apakah ada pihak lain yang membantu dalam aksi tersebut.
Pangeran Albert II dari Monako menyebut insiden ini sebagai “heinous crime”. Kasus ini menambah sorotan pada serangan yang terjadi di wilayah kecil yang berbatasan langsung dengan Prancis itu, dekat kawasan Beausoleil.
