Ledakan di MAN 3 Padang, Polisi Dalami Dugaan Bom Rakitan yang Dipelajari dari Internet

Author: Cung Media

Ledakan di MAN 3 Padang memunculkan dugaan serius bahwa pelaku belajar merakit bom dari internet dan terinspirasi kasus SMAN 72 Jakarta. Polisi menyebut pengakuan awal itu masih didalami dan belum bisa dijadikan kesimpulan akhir.

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Mayndra Eka, mengatakan R, pelajar berusia 17 tahun, juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring. Ia disebut merujuk pada peristiwa bom di sebuah SMA di Jakarta pada tahun 2025.

Dirakit Mandiri di Rumah

Berdasarkan keterangan awal, perangkat yang diduga bom itu dirakit sendiri di rumah menggunakan bahan-bahan yang diperoleh secara daring. Barang tersebut disebut dibuat tanpa sepengetahuan orang tua.

Mayndra juga menyampaikan bahwa pelaku mengaku bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak. Semua pengakuan itu masih menunggu verifikasi aparat penegak hukum.

Kronologi Ledakan di Sekolah

Ledakan terjadi pada Selasa, 14 Juli, di MAN 3 Padang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang. Polda Sumatera Barat bersama Densus 88 Antiteror Mabes Polri kini mendalami peristiwa tersebut.

Menurut keterangan yang disampaikan, ledakan terjadi di samping kelas dan tidak menimbulkan korban. Barang yang diduga bom rakitan pertama kali ditemukan petugas keamanan sekolah sebelum dilaporkan ke polisi.

Barang Bukti yang Diamankan

Dari pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa barang lainnya. Berdasarkan penyelidikan awal, barang-barang itu diduga dimiliki R.

Fakta Utama Rincian
Terduga pelaku R, 17 tahun
Tempat kejadian MAN 3 Padang, Balai Gadang, Koto Tengah, Kota Padang
Temuan awal Bahan peledak diduga dirakit dari bahan yang diperoleh secara daring
Barang diamankan Kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan lainnya

Identitas korban yang disebut sebagai sasaran rencana tindakan masih memerlukan pendalaman. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara R dan barang bukti telah diamankan pihak kepolisian.

Selain itu, Densus 88 bersama Polda Sumbar juga meminta keterangan saksi-saksi untuk memperjelas rangkaian peristiwa. Polisi menegaskan seluruh pengakuan awal masih perlu diverifikasi sebelum kesimpulan akhir diambil.

Source: news.detik.com
Terbaru