Laboratorium Baru Sido Muncul, Jamu Naik Kelas Lewat Bukti Ilmiah

Author: Cung Media

Sido Muncul meresmikan Laboratorium Farmakologi sebagai langkah untuk memperkuat pengembangan produk herbal berbasis riset dan pembuktian ilmiah. Fasilitas ini disiapkan agar khasiat dan keamanan jamu bisa diuji lebih terukur, bukan hanya mengandalkan klaim tradisional.

Peresmian ini juga menegaskan satu hal penting bagi industri obat bahan alam: produk herbal kini dituntut masuk ke wilayah pembuktian yang lebih ketat. Di tengah derasnya informasi kesehatan di ruang digital, perusahaan dan regulator sama-sama menyoroti pentingnya rujukan yang jelas sebelum publik mengambil kesimpulan.

Riset Jadi Arah Utama

Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat mengatakan laboratorium tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memperdalam riset. Menurut dia, perusahaan ingin memperoleh lebih banyak bukti ilmiah dari produk herbal dan jamu yang dikembangkan.

Irwan menegaskan fokus perusahaan akan diarahkan pada penelitian yang lebih intensif. Ia juga menyebut hasil riset dipakai sebagai dasar perbaikan bila ada produk yang dinilai belum memberi hasil optimal.

Irwan turut mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati menerima informasi kesehatan di ruang digital. Ia menilai informasi soal keamanan produk tidak semestinya diterima mentah-mentah tanpa merujuk pada sumber resmi, terutama BPOM.

Pengujian Keamanan Dilakukan Bertahap

Irwan menjelaskan produk Sido Muncul yang sudah mengantongi izin edar BPOM telah melewati serangkaian pengujian dan evaluasi sesuai ketentuan. Untuk minuman berenergi Kuku Bima, perusahaan juga melakukan uji toksisitas akut selama dua minggu dan tidak menemukan kematian pada hewan uji.

Tahap berikutnya berlanjut ke pengujian subkronis untuk melihat kondisi organ, termasuk ginjal, melalui pemeriksaan bersama akademisi dan ahli patologi. Pendekatan ini menunjukkan pembuktian ilmiah memang ditempatkan sebagai bagian penting dalam pengembangan produk.

Fokus Pengujian Keterangan
Uji toksisitas akut Selama dua minggu, tanpa ditemukan kematian pada hewan uji
Uji subkronis Menilai kondisi organ, termasuk ginjal, bersama akademisi dan ahli patologi
Uji lanjutan Melihat aspek keamanan dan dampak organ sebelum produk dinilai lebih jauh

BPOM Tegaskan Produk Berizin Aman

Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar menegaskan produk Sido Muncul yang telah memiliki izin edar aman dikonsumsi masyarakat. Ia menyebut produk seperti Tolak Angin dan Kuku Bima termasuk yang sudah melalui proses pengujian dan evaluasi resmi.

Taruna juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip Cek KLIK, yakni memeriksa kemasan, label, izin edar, dan masa kedaluwarsa sebelum membeli atau menggunakan produk. Menurut dia, tahapan penerbitan izin edar dilakukan secara ketat dari unit pelaksana teknis di daerah hingga pengesahan di tingkat BPOM pusat.

Ia menambahkan proses tersebut memastikan aspek keamanan, mutu, dan manfaat terpenuhi sebelum produk dipasarkan. Taruna juga menyoroti maraknya hoaks terkait obat dan makanan di era digital, sehingga pengawasan publik perlu diperkuat.

Jawa Tengah Lihat Efek Hilirisasi Riset

Dari sisi daerah, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah memandang laboratorium itu sebagai kebanggaan tersendiri. Menurut dr. Zulfachmi Wahab, keberadaan fasilitas ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan industri obat bahan alam nasional dan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu sentra obat tradisional terbesar di Indonesia.

Zulfachmi mengatakan laboratorium milik Sido Muncul bukan fasilitas yang banyak dimiliki industri sejenis di Indonesia. Ia juga menilai keberadaan laboratorium tersebut bisa mempercepat hilirisasi riset obat tradisional agar produk herbal asli Jawa Tengah naik kelas dari jamu empiris menjadi Obat Herbal Terstandar, lalu berkembang menjadi fitofarmaka.

Sudah Berjalan Lama, Kini Punya Rumah Permanen

Laboratorium Farmakologi Sido Muncul sebenarnya telah berdiri sejak 2001 dan kini beroperasi di fasilitas permanen seluas 288 meter persegi yang mulai digunakan pada 2020. Laboratorium ini didukung tim peneliti dan tenaga laboran yang menangani berbagai pengujian keamanan serta khasiat produk herbal.

Selama lebih dari dua dekade, laboratorium tersebut telah melakukan uji toksisitas akut, uji toksisitas subkronis, uji teratogenik, uji stamina, hingga uji aktivitas obat cacing. Dalam sejumlah penelitian, Sido Muncul juga bekerja sama dengan Universitas Diponegoro, Universitas Sanata Dharma, dan Universitas Kristen Maranatha.

Untuk produk Tolak Angin, penelitian mencakup uji toksisitas subkronis, uji mutu bahan baku herbal, dan uji klinis. Hasilnya menunjukkan tidak ditemukan efek toksik yang membahayakan, tidak ada kematian maupun perubahan signifikan pada organ vital selama 90 hari pengujian, serta fungsi hati dan ginjal tetap normal.

Keberadaan laboratorium ini diharapkan terus memperkuat pembuktian ilmiah bagi produk herbal nasional dan mendorong jamu Indonesia semakin diterima dalam ekosistem kesehatan modern.

Source: www.beritasatu.com
Terbaru