Anak yang makan banyak belum tentu punya bekal yang cukup untuk menjalani hari dengan fokus dan aktif. Yang dibutuhkan bukan sekadar rasa kenyang, melainkan energi bergizi dari asupan yang seimbang.
Pesan itu mengemuka dalam acara “MILO Tiga Keunggulan: Moms Community & Media Gathering” di PT Nestlé Indonesia Pabrik Karawang, Jawa Barat. Nestlé menekankan bahwa kualitas asupan sama pentingnya dengan jumlah makanan yang masuk ke tubuh anak.
Kenyang belum cukup untuk kebutuhan harian anak
Marketing Manager PT Nestlé Indonesia Ankur Mittal mengatakan perusahaan berkomitmen menggunakan potensi makanan dan minuman untuk membantu meningkatkan kualitas hidup individu dan generasi mendatang. Melalui strategi Good for You, Nestlé menyebut terus meningkatkan kualitas produk sekaligus menyediakan informasi yang lebih jelas agar keluarga bisa membuat pilihan yang tepat setiap hari.
Ankur juga menjelaskan bahwa Nestlé MILO telah menjadi bagian dari keseharian keluarga Indonesia selama lebih dari 50 tahun. Produk ini didukung riset dan pengembangan yang kuat untuk membantu anak belajar, bermain, dan tetap aktif setiap hari.
Gizi seimbang dibutuhkan, bukan hanya rasa kenyang
Masih banyak orang tua yang mengira kebutuhan anak sudah terpenuhi ketika anak makan sampai kenyang. Padahal, anak juga memerlukan keseimbangan energi dan gizi yang tepat agar konsentrasi dan stamina tetap terjaga.
Marketing Manager Beverages & Confectionery Business Unit PT Nestlé Indonesia Alaa Shaaban mengatakan pihaknya ingin membantu orang tua memahami bahwa anak tidak hanya membutuhkan energi, tetapi juga perpaduan gizi yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan optimal. Ia menyebut Nestlé MILO menghadirkan energi bergizi melalui Susu Sapi Asli, Vitamin B, Malt, dan Zat Besi untuk membantu anak tumbuh, aktif, dan fokus.
Alaa juga mendorong orang tua, terutama ibu, untuk membiasakan membaca label gizi pada produk. Menurut dia, langkah sederhana itu dapat membantu memastikan anak mendapat asupan yang sesuai dengan kebutuhan harian.
“Langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan lebih memperhatikan informasi nilai gizi dan daftar komposisi pada kemasan,” ujarnya.
Kebutuhan energi anak berbeda sesuai usia
Ahli Gizi dan Founder Gizi Nusantara Esti Nurwanti, SGz, RD, MPH, PhD, menegaskan bahwa kebutuhan energi anak berbeda sesuai usia dan jenis kelamin. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi, anak usia 6–9 tahun membutuhkan energi sekitar 1.400–1.650 kkal per hari.
Untuk anak usia 10–15 tahun, kebutuhan energinya mencapai 2.000–2.400 kkal per hari. Esti menjelaskan bahwa kebutuhan itu perlu dipenuhi melalui asupan yang beragam dan seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, hingga mineral.
Selain makanan utama, minuman bergizi juga dapat membantu melengkapi kebutuhan harian anak. Produk yang mengandung Susu Sapi Asli, Vitamin B, Malt, dan Zat Besi disebut bisa mendukung anak belajar, bermain, dan berolahraga secara lebih optimal.
Aktivitas fisik ikut menentukan fokus anak
Esti menambahkan bahwa kecukupan energi perlu diiringi kebiasaan aktif bergerak. Aktivitas fisik rutin tidak hanya membantu menjaga kebugaran, tetapi juga dapat meningkatkan fokus, rasa percaya diri, dan membentuk pola hidup sehat sejak dini.
Pandangan itu juga disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Budaya Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Dr Sri Wahyuni, S.T., M.Sc. Ia mengapresiasi komitmen Nestlé MILO yang disebut konsisten menjangkau sekolah-sekolah di berbagai daerah melalui edukasi gizi dan program yang mendorong gaya hidup aktif.
Sri Wahyuni menilai pemenuhan gizi yang baik perlu diimbangi dengan olahraga teratur agar anak dapat tumbuh optimal. Ia juga menyebut sinergi pemerintah dan sektor swasta penting untuk mempercepat terciptanya generasi yang lebih sehat dan aktif.
Peran keluarga dalam rutinitas harian anak
Ibu muda, aktris, dan penyanyi Tasya Kamila juga menilai kombinasi gizi tepat dan aktivitas fisik rutin penting untuk tumbuh kembang anak. Ia mengatakan anak yang aktif sekolah dan mengikuti kegiatan olahraga membutuhkan energi yang cukup agar tetap fokus sepanjang hari.
Tasya menyebut dirinya berupaya menjaga pola makan seimbang dan membiasakan anak aktif bergerak sejak dini. Ia juga mengatakan produk dalam kemasan UHT memudahkan anak membawa asupan saat sekolah atau latihan, sehingga kebutuhan energi tetap terpenuhi.
Program edukasi dan olahraga masih berjalan
Selain menghadirkan produk, Nestlé MILO juga menjalankan program edukasi dan olahraga. Alaa Shaaban mengatakan program seperti MILO Hari Berenergi dan MILO Nutrition Class dirancang untuk mengombinasikan edukasi gizi dengan aktivitas fisik.
Program-program itu disebut menjangkau lebih dari 81.000 orang tua, 200 sekolah, dan ribuan anak di Pulau Jawa dan Sumatra. Dalam satu dekade terakhir, Nestlé MILO juga telah mendistribusikan lebih dari 59 juta cup MILO kepada siswa sekolah dasar di berbagai daerah.
Nestlé MILO saat ini menyediakan produk dalam berbagai kemasan, mulai dari saset hingga ready-to-drink, dan seluruh produk yang dipasarkan di Indonesia diproduksi di dalam negeri serta telah bersertifikat halal. Dengan aktivitas anak yang makin padat di sekolah dan luar sekolah, energi bergizi tetap menjadi fondasi penting agar mereka tidak hanya kenyang, tetapi juga siap belajar, bergerak, dan berkembang secara optimal setiap hari.
