Kyiv Kembali Digempur, 9 Tewas Menjelang KTT Nato di Turki

Author: Cung Media

Kyiv kembali menjadi sasaran serangan besar Rusia, dan dampaknya langsung terasa di jantung ibu kota Ukraina itu. Sedikitnya 9 orang tewas ketika tim penyelamat berpacu mencari korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan blok apartemen yang sebagian ambruk.

Serangan ini menjadi gelombang kedua dalam sepekan yang menghantam Kyiv. Wali Kota Vitaly Klitschko mengatakan rudal balistik Rusia mengenai beberapa bangunan di seluruh kota dan memicu kebakaran di sejumlah kompleks apartemen.

Kerusakan meluas di sejumlah titik

Timur Tkachenko, administrator militer tertinggi Kyiv, menyebut 46 orang terluka dalam serangan tersebut, termasuk sedikitnya 5 anak. Klitschko juga melaporkan gudang dan sebuah bengkel garasi ikut rusak.

Foto-foto dari Kyiv memperlihatkan puing-puing yang masih mengepulkan asap serta mobil-mobil hangus yang berserakan di jalan. Rekaman yang beredar pada Senin pagi menunjukkan petugas masih menyisir reruntuhan untuk mencari penyintas, menandakan operasi penyelamatan belum selesai.

Peringatan Zelensky sebelum serangan

Beberapa jam sebelum serangan terbaru, Volodymyr Zelensky sudah memperingatkan bahwa Moskow sedang menyiapkan serangan besar kedua ke Kyiv setelah serangan pada Kamis yang menewaskan 30 orang. Pada Minggu, ia juga mengatakan intelijen menunjukkan ibu kota Ukraina akan kembali diserang dalam gelombang berikutnya pada pekan yang sama.

Peringatan itu terbukti saat rentetan drone dan rudal menghantam pada malam sebelumnya. Puluhan ribu warga sempat mengungsi ke stasiun metro ketika alarm berbunyi pada dini hari Jumat.

Saling tuduh dan eskalasi yang belum reda

Ukraina menuduh Moskow sengaja menyerang area sipil dalam serangan yang menewaskan sedikitnya 30 orang. Rusia mengatakan serangan balasannya ditujukan ke pangkalan militer dan fasilitas energi, sebagai respons atas serangan Ukraina baru-baru ini terhadap stasiun listrik dan infrastruktur energi di wilayah Rusia.

Serangan juga berlanjut semalaman, dengan listrik padam sementara di Sevastopol yang dikuasai Rusia di Crimea. Rangkaian serangan ini menunjukkan eskalasi perang yang terus berlanjut di tengah tekanan militer yang belum mereda.

Tekanan diplomatik menjelang pertemuan Nato

Menjelang KTT Nato di Turki, Zelensky mendesak sekutu agar tidak menunda pengiriman rudal jarak jauh yang dibutuhkan Ukraina untuk melawan Rusia. Ia menulis di X bahwa setiap penundaan atas rudal untuk pertahanan udara berarti hilangnya nyawa dan justru mendorong Rusia melanjutkan perang.

Zelensky juga meminta Amerika Serikat memberi izin kepada Ukraina untuk memproduksi rudal pertahanan Patriot. Seruan itu muncul saat Kyiv kembali menghadapi serangan besar yang memakan korban sipil dan merusak sejumlah bangunan di ibu kota.

Terbaru