Kyiv kembali diguncang serangan rudal balistik Rusia pada Senin pagi waktu setempat, tepat ketika Ukraina bersiap menghadapi KTT NATO yang akan digelar di Turki. Serangan ini menambah tekanan politik dan militer di saat pembahasan keamanan kawasan tengah memanas.
Angkatan Udara Ukraina menyebut serangan itu sebagai operasi gabungan yang melibatkan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone. Ledakan keras terdengar sejak dini hari di pusat kota, sementara sirine serangan udara dibunyikan di seluruh Kyiv sebelum rentetan ledakan berlangsung.
Kerusakan Muncul Di Beberapa Distrik
Wali Kota Kyiv, Vitaliy Klitschko, mengatakan sedikitnya tiga orang terluka dalam serangan tersebut. Ia juga menyebut setidaknya dua distrik melaporkan kebakaran dan kerusakan akibat serpihan rudal yang jatuh ke permukiman warga.
Klitschko menambahkan bahwa sejumlah warga masih terjebak di sebuah gedung apartemen bertingkat di distrik Podilskyi yang mengalami kerusakan parah. Hal ini menunjukkan serangan tersebut tidak hanya mengincar area terbuka, tetapi juga kawasan hunian padat penduduk.
| Lokasi | Dampak | Keterangan |
|---|---|---|
| Kyiv | Ledakan dan sirine serangan udara | Serangan terjadi sejak dini hari |
| Setidaknya dua distrik | Kebakaran dan kerusakan | Dipicu serpihan rudal yang jatuh |
| Podilskyi | Gedung apartemen rusak parah | Sejumlah warga masih terjebak di dalamnya |
Peringatan Zelensky Terbukti Sehari Kemudian
Serangan terbaru ini datang setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan pada hari Minggu bahwa intelijen Ukraina melihat tanda-tanda Rusia tengah menyiapkan serangan besar baru. Peringatan itu langsung terasa nyata ketika ibu kota kembali dihantam serangan udara pada pagi berikutnya.
Eskalasi ini juga menyusul serangan brutal Rusia pada Kamis pekan lalu yang menewaskan sedikitnya 30 orang di Kyiv. Serangan tersebut tercatat sebagai yang paling mematikan ketiga di ibu kota Ukraina sejak perang dimulai.
Tekanan Militer Di Medan Perang Masih Naik
Di medan perang, Rusia terus berupaya merebut lebih banyak wilayah di timur Donetsk yang menjadi target utama Kremlin. Kondisi itu membuat sejumlah kota di Ukraina harus menghadapi serangan rudal dan drone Moskow hampir setiap malam.
Ukraina juga membalas dengan meningkatkan serangan rudal dan drone ke fasilitas penting di wilayah Rusia dalam beberapa pekan terakhir. Sasaran serangan itu mencakup kilang minyak, pelabuhan, dan pabrik militer.
Latar KTT NATO Dan Percakapan Putin-Trump
Situasi perang di Ukraina diperkirakan menjadi latar utama dalam KTT NATO yang akan dimulai pada hari Selasa di Ankara, Turki. Serangan ke Kyiv memberi tekanan tambahan pada pembahasan keamanan kawasan dan dukungan internasional terhadap Ukraina di tengah perang yang terus meluas.
Di tengah eskalasi itu, Presiden Rusia Vladimir Putin juga sempat berbicara lewat telepon dengan Donald Trump selama hampir 90 menit pada hari Minggu, bertepatan dengan momen 4 Juli. Menurut Kementerian Luar Negeri Rusia, Trump kembali menawarkan bantuan untuk mengakhiri perang di Ukraina dalam percakapan tersebut.
Dengan serangan terbaru ini, Kyiv kembali berada di garis depan krisis yang belum menunjukkan tanda mereda. Sementara itu, sorotan dunia kini bergerak ke Ankara, tempat para pemimpin NATO akan membahas perang yang masih terus menekan Ukraina.
