Keterbatasan kuota sekolah negeri di Jawa Tengah kembali menjadi sorotan karena jumlah kursi yang tersedia jauh di bawah lulusan SMP sederajat. Di tengah situasi itu, DPRD Jateng menegaskan bahwa sekolah negeri maupun swasta sama-sama bisa mencetak generasi unggul.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, meminta masyarakat tetap optimistis menghadapi Sistem Penerimaan Murid Baru SMA/SMK Jawa Tengah tahun ajaran 2026/2027. Ia menilai semangat belajar anak-anak tidak boleh padam hanya karena tidak semua lulusan bisa tertampung di sekolah negeri.
Kuota negeri jauh dari kebutuhan
Pemprov Jawa Tengah hanya menyediakan 231.724 kursi sekolah negeri. Sementara itu, jumlah lulusan SMP sederajat di wilayah tersebut mencapai 567.500 siswa.
Selisih yang besar itu membuat banyak lulusan harus mencari alternatif pendidikan di luar sekolah negeri. Saleh menilai kondisi tersebut tidak boleh dibaca sebagai hambatan untuk meraih prestasi.
Ia menegaskan bahwa sekolah negeri dan swasta memiliki tujuan yang sama, yaitu mencetak generasi unggul. Menurut dia, kualitas siswa tidak ditentukan oleh status sekolah semata.
Sekolah swasta ikut memegang peran penting
Saleh mengingatkan agar siswa yang belum diterima di sekolah negeri tidak berkecil hati. Ia menyebut banyak sekolah swasta yang berkualitas dan mampu melahirkan siswa berprestasi.
Ia juga mengajak orang tua tetap mendukung pendidikan anak-anak mereka di jalur mana pun. Dukungan keluarga dan lingkungan, kata dia, sangat berpengaruh terhadap keberhasilan siswa.
Saleh menilai semangat belajar, disiplin, dan dukungan di rumah menjadi faktor penting dalam membentuk capaian anak. Karena itu, pilihan sekolah tidak boleh membuat kepercayaan diri siswa turun.
Seleksi harus adil dan terbuka
Selain menyoroti daya tampung, Saleh meminta proses SPMB berjalan adil, profesional, dan transparan. Ia menilai seleksi harus berlangsung tanpa intervensi dan tanpa praktik titipan agar tidak menimbulkan persoalan di masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi dari pemerintah daerah. Jadwal, jalur penerimaan, dan hasil seleksi diminta bisa diakses masyarakat secara terbuka dan mudah dipahami.
Menurut Saleh, informasi yang jelas akan membantu orang tua dan siswa mengikuti proses penerimaan dengan lebih tenang. Langkah itu juga dapat mengurangi kebingungan saat memilih jalur pendidikan yang tersedia.
Optimisme di tengah keterbatasan
Pernyataan DPRD Jateng ini menempatkan sekolah swasta sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan. Di tengah kuota sekolah negeri yang terbatas, pesan utamanya adalah bahwa kesempatan mencetak generasi unggul tetap terbuka luas.
Saleh menekankan, yang paling penting adalah semangat belajar anak-anak terus terjaga. Dengan proses seleksi yang bersih dan dukungan keluarga yang kuat, jalur pendidikan di sekolah negeri maupun swasta tetap bisa mengantar siswa menuju prestasi.
Source: suaraindonesia.co.id






