Kuota Australia Awards 2027 Tak Bertambah, Indonesia Tetap di Barisan Penerima Terbesar

Kuota Australia Awards untuk Indonesia pada 2027 dipastikan tidak bertambah. Meski demikian, Indonesia tetap berada di antara negara dengan jumlah penerima dan alokasi beasiswa tertinggi dalam program pendidikan Australia tersebut.

Kepastian ini penting bagi calon pelamar yang menantikan kelanjutan akses studi dan kursus pendek di Australia. Pemerintah Australia menegaskan Australia Awards akan tetap berjalan untuk warga Indonesia pada 2027.

Kuota Tetap, Peluang Program Berlanjut

Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Matt Thistlethwaite menyampaikan bahwa jumlah kuota tidak mengalami penambahan. Namun, ia menekankan sudah banyak warga Indonesia yang mengikuti program itu.

“Kuota tetap sama, tapi sudah ada banyak orang Indonesia di bawah program itu,” kata Thistlethwaite seperti dikutip detik.com. Ia menilai hubungan pendidikan Indonesia dan Australia telah kuat serta akan terus berlanjut pada masa mendatang.

Australia Awards telah berjalan selama 73 tahun dan disebut telah membuka kesempatan pendidikan bagi 200.000 orang Indonesia. Program ini mencakup beasiswa studi serta kursus pendek bagi warga Indonesia.

Pemerintah Australia juga mendorong lebih banyak warga Indonesia untuk mendaftar. Penerima program diharapkan dapat belajar, bekerja, membangun koneksi di Australia, lalu mengambil peran kepemimpinan ketika kembali ke Indonesia.

Nilai Australia Awards tidak hanya terletak pada pendidikan formal yang diperoleh peserta. Jaringan antara pelajar Indonesia dan Australia dipandang dapat memperkuat hubungan ekonomi maupun sosial kedua negara dalam jangka panjang.

Pelajar Indonesia Jadi Jembatan Kemitraan

Sekitar 25.000 pelajar Indonesia saat ini sedang menempuh pendidikan di Australia. Mereka dipandang berpotensi menjadi pemimpin di pemerintahan dan dunia usaha, sekaligus menjembatani kolaborasi dengan mitra Australia.

Penguatan hubungan pendidikan menjadi bagian dari strategi Australia untuk memperdalam hubungan ekonomi dan antarmasyarakat dengan Indonesia serta Asia Tenggara. Pemerintah Australia juga sedang meninjau Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif dan menjalankan program Katalis 2.0 untuk memperkuat hubungan bisnis.

Menurut Thistlethwaite, agenda ekonomi dan bisnis tersebut bertumpu pada hubungan pendidikan yang lebih erat. Australia juga telah menghadirkan universitasnya di Indonesia untuk menawarkan kursus bagi pelajar lokal.

Sejumlah tokoh Indonesia pernah menempuh pendidikan di Australia. Thistlethwaite menyebut terdapat 16 anggota kabinet Presiden Prabowo yang pernah belajar di Australia, termasuk enam penerima Australia Awards.

Mutu pendidikan lintas negara diawasi melalui Tertiary Education Quality and Standards Agency atau TEQSA. Lembaga independen ini menetapkan standar pendidikan tinggi untuk program gelar, magister, dan doktoral.

Standar TEQSA turut diterapkan pada universitas Australia yang beroperasi di Indonesia. Kampus-kampus tersebut dituntut menyediakan kualitas kursus, materi, dan pengetahuan yang setara dengan pembelajaran di Australia, termasuk untuk skema dual degree dan joint degree.

Tarif Visa Pelajar Tidak Menjadi AUD 2.500

Selain kuota beasiswa, Thistlethwaite meluruskan informasi mengenai biaya visa pelajar untuk warga Indonesia dan negara ASEAN. Ia membantah kabar bahwa tarif visa tersebut akan melonjak menjadi AUD 2.500 pada 1 Juli 2026.

Penyesuaian yang berlaku disebut hanya kenaikan terkait Consumer Price Index atau CPI. Tarif visa pelajar berubah dari AUD 2.000 menjadi AUD 2.050 bagi pelajar dari Indonesia dan ASEAN.

ProgramKetentuan untuk Warga IndonesiaInformasi Penting
Visa pelajar AustraliaAUD 2.050Tidak naik menjadi AUD 2.500
Working Holiday Visa AustraliaKuota 5.000 per tahunTarif akan naik

Kuota Working Holiday Visa Masih 5.000

Tarif Working Holiday Visa Australia akan mengalami kenaikan, tetapi jumlah kuota untuk warga Indonesia tetap 5.000 posisi setiap tahun. Jumlah itu setara dengan kuota yang tersedia bagi warga Tiongkok.

Program Working Holiday Visa diposisikan sebagai pertukaran budaya, bukan jalur beasiswa. Australia mencatat peningkatan besar jumlah warga Indonesia yang mengikuti program tersebut.

Australia mendukung penerapan sistem undian elektronik untuk memperebutkan kuota Working Holiday Visa. Sistem itu dirancang agar setiap pemohon memiliki peluang yang sama dalam memperebutkan 5.000 posisi yang tersedia.

Penerapan undian elektronik juga ditujukan untuk menghapus kebutuhan Surat Dukungan bagi pemohon Work and Holiday Visa. Departemen pemerintah Australia sedang mengimplementasikan sistem tersebut, tetapi jadwal penerapannya belum dapat dipastikan.

Australia akan menyampaikan informasi serta tanggal pelaksanaan setelah sistem baru siap digunakan. Calon pemohon kemudian dapat mempersiapkan diri menghadapi mekanisme seleksi yang baru.

Terkait