Kulit Tetap Kusam Meski Rutin Pakai Sunscreen, Dokter Ungkap 5 Kesalahan yang Sering Terlewat

Kulit yang tetap kusam meski tabir surya dipakai rutin ternyata sering berkaitan dengan kesalahan penggunaan, bukan semata-mata karena produknya tidak bekerja. Konsultan Dermatologis Dr. Rana, seperti dikutip dari Hindustan Times, menjelaskan ada lima kebiasaan yang membuat perlindungan sunscreen tidak maksimal saat kulit terpapar sinar matahari.

Tabir surya memang penting untuk membantu melindungi kulit dari sinar UV, tetapi fungsinya tidak bersifat mutlak. Karena itu, cara pakai yang benar tetap menentukan apakah kulit mendapat perlindungan optimal atau justru masih mudah tampak lebih gelap.

1. Mengira sunscreen bisa melindungi total

Salah satu kekeliruan paling umum adalah menganggap tabir surya mampu menahan semua dampak sinar matahari. Dr. Rana menuturkan bahwa banyak produk lebih efektif menahan UVB, sementara UVA masih bisa berkontribusi membuat kulit tampak lebih gelap.

Artinya, sunscreen bukan alasan untuk mengandalkan diri sepenuhnya pada satu produk. Perlindungan tambahan seperti topi, syal, jaket, atau payung tetap dibutuhkan saat aktivitas di luar ruangan.

2. Mengoleskan terlalu sedikit

Masalah lain yang sering terjadi adalah takaran pemakaian yang terlalu hemat. Saat lapisan sunscreen tidak cukup menutup area kulit yang terpapar, perlindungan yang terbentuk ikut berkurang.

Dr. Rana merujuk pada anjuran yang tercantum di label dan menekankan pentingnya mengikuti takaran pakai. Ia menyebut sekitar satu sendok teh untuk wajah dan setidaknya kurang dari satu gelas kecil untuk seluruh tubuh sebagai acuan yang perlu diperhatikan.

3. Tidak mengulang pemakaian

Banyak orang merasa cukup setelah sekali mengoleskan sunscreen sebelum keluar rumah. Padahal, perlindungan tabir surya punya batas waktu dan dapat menurun seiring aktivitas, terutama bila paparan matahari berlangsung lama.

Jika seseorang lebih banyak berada di luar ruangan, pemakaian ulang menjadi penting. Tanpa re-apply, lapisan pelindung yang sudah dibentuk di awal bisa melemah sehingga kulit tetap berisiko kusam.

4. Memakai tabir surya terlalu mepet dengan waktu keluar

Kesalahan berikutnya adalah langsung keluar sesaat setelah sunscreen dipakai. Kebiasaan ini membuat produk belum sempat membentuk lapisan perlindungan yang bekerja secara optimal di kulit.

Dr. Rana menyarankan tabir surya digunakan 15–20 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan. Jeda ini memberi waktu agar produk bekerja lebih baik saat kulit mulai terkena sinar matahari.

5. Terlalu lama berada di bawah paparan matahari

Sunscreen bukan jaminan kulit aman sepenuhnya jika seseorang terlalu lama terpapar matahari. Paparan yang kuat tetap bisa menurunkan efektivitas SPF, termasuk pada produk dengan kadar tinggi.

Dr. Rana juga mengingatkan agar paparan antara pukul 10 pagi hingga 4 sore diminimalkan, terutama saat musim kemarau. Pada jam tersebut, intensitas sinar matahari berada pada titik tinggi sehingga risiko kulit menjadi lebih gelap tetap besar bila tidak dibarengi langkah pencegahan lain.

Perlindungan kulit perlu lebih dari satu langkah

Pemakaian sunscreen yang tepat seharusnya berjalan bersama kebiasaan perlindungan lain. Lapisan tabir surya akan bekerja lebih baik bila jumlahnya cukup, dipakai lebih awal, diulang saat diperlukan, dan didukung pelindung fisik ketika matahari sedang kuat.

Dengan memahami lima kesalahan ini, penggunaan tabir surya bisa lebih efektif menjaga kulit dari kusam akibat paparan UV.

Source: lifestyle.bisnis.com

Terkait