Maraton Internasional Jadi Mesin Wisata Baru, DPR Soroti Efek Ekonomi di Jakarta

Ribuan pelari yang memenuhi ruas jalan Jakarta saat BTN Jakarta International Maraton 2026 memperlihatkan satu hal yang kini makin jelas: lomba lari besar tidak lagi berdiri sendiri sebagai ajang olahraga. Event seperti ini bisa menjadi penggerak baru bagi pariwisata dan ekonomi daerah sekaligus.

Anggota Komisi X DPR Reni Astuti menilai maraton internasional punya efek berantai yang kuat. Peserta datang bukan hanya untuk berlomba, tetapi juga menginap, berbelanja, menikmati kuliner, dan mengunjungi destinasi di sekitar lokasi kegiatan.

Hotel penuh, kuliner bergerak, ekonomi ikut hidup

Dampak itu terlihat langsung di sekitar lokasi penyelenggaraan. Hotel-hotel terisi, pusat kuliner ramai, dan aktivitas usaha ikut bergerak seiring hadirnya peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Menurut Reni, kondisi tersebut memberi nilai tambah yang nyata bagi daerah penyelenggara. Dalam keterangan tertulis yang dikutip Senin (15/6/2026), ia menyebut efek berantai inilah yang mampu mendorong perekonomian daerah.

Ajang lari skala besar pun dipandang melampaui fungsi kompetisi. Saat ribuan orang datang dalam waktu yang sama, kota penyelenggara ikut menerima dorongan aktivitas ekonomi dari sektor akomodasi, konsumsi, hingga mobilitas.

Sport tourism mendapat ruang tumbuh lebih luas

Sebagai anggota Komisi X DPR yang membidangi pendidikan, olahraga, dan pariwisata, Reni melihat Indonesia punya peluang besar untuk mengembangkan sport tourism secara lebih serius. Menurut dia, keberhasilan penyelenggaraan ajang lari internasional bisa menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan destinasi wisata sekaligus memperkuat citra Indonesia di mata dunia.

Minat masyarakat terhadap lari juga ikut memperkuat peluang itu. Reni menyebut kategori half maraton menjadi salah satu nomor yang paling diminati dalam penyelenggaraan tahun ini, tanda bahwa lari mulai menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang.

Ia menegaskan bahwa olahraga kini tidak hanya soal mengejar waktu terbaik. “Olahraga kini bukan hanya soal kompetisi atau mengejar waktu terbaik. Ada dampak sosial, ekonomi, dan pariwisata yang ikut bergerak ketika sebuah event besar digelar,” ujarnya.

Jakarta jadi contoh event yang terhubung dengan banyak sektor

Jakarta International Maraton menunjukkan bagaimana sebuah event olahraga bisa terhubung langsung dengan sektor lain. Kehadiran ribuan peserta menciptakan kebutuhan akomodasi, konsumsi, dan transportasi yang ikut menghidupkan aktivitas kota.

Situasi itu membuat maraton internasional punya posisi strategis sebagai alat promosi wisata. Saat peserta datang dari berbagai wilayah, promosi daerah terjadi tidak hanya lewat kampanye resmi, tetapi juga lewat pengalaman langsung para pelari dan pendampingnya.

Reni juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jakarta, dan pihak terkait lain dalam penyelenggaraan ajang tersebut. Ia menilai komitmen pemerintah penting agar acara berlangsung sukses dan memberi pengalaman terbaik bagi seluruh peserta.

Dengan dukungan yang konsisten, ajang maraton internasional berpeluang menjadi kalender event yang tidak hanya menarik pelari, tetapi juga menggerakkan hotel, kuliner, transportasi, dan destinasi wisata di sekitarnya.

Source: www.beritasatu.com

Terkait