Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mendorong pengrajin di seluruh wilayah Jabar untuk segera berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Dorongan itu ia kaitkan langsung dengan peluang menaikkan pendapatan dari sektor kriya.
Menurut Erwan, Jawa Barat punya modal besar untuk memperkuat ekonomi kreatif karena ditopang sumber daya manusia yang besar serta keberagaman budaya dan tradisi. Kombinasi itu dinilai bisa membuat sentra industri di Jabar lebih kompetitif di level nasional.
Budaya dan Teknologi Jadi Kunci
Erwan menilai kekayaan budaya Jabar akan lebih berdampak jika dipadukan dengan pemanfaatan teknologi digital. Dari situ, sektor kriya diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga memberi nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi pelaku usaha.
Pernyataan itu ia sampaikan saat membuka Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026 di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung. Kehadiran PKJB 2026 disebut menjadi bukti bahwa Pemprov Jabar mendorong sektor kriya agar ikut menyukseskan visi Jabar Istimewa.
Ia juga menyebut PKJB sebagai wujud kerja Pemprov Jabar bersama Dekranasda. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mendorong kriya sekaligus pelestarian budaya sebagai destinasi budaya.
| Fokus Dukungan | Pihak Terkait | Tujuan |
|---|---|---|
| Inovasi pengrajin | Wagub Jawa Barat Erwan Setiawan | Meningkatkan pendapatan dari sektor kriya |
| Penguatan UMKM | Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat | Mendorong kapasitas usaha, digitalisasi, pembiayaan, dan akses pasar |
| Pelestarian budaya | Pemprov Jabar dan Dekranasda | Menjadikan kriya sebagai bagian dari destinasi budaya |
BI Soroti UMKM dan Industri Mode
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat Junanto Herdiawan menyampaikan bahwa BI terus berkomitmen mendukung pengembangan UMKM. Dukungan itu mencakup peningkatan kapasitas usaha, digitalisasi, perluasan akses pembiayaan, hingga perluasan akses pasar di dalam dan luar negeri.
Junanto juga menyoroti industri mode sebagai subsektor ekonomi kreatif yang ikut mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat. Ekosistemnya melibatkan banyak pelaku, mulai dari pengrajin, penjahit, desainer, pelaku usaha konveksi, fotografer, model, hingga pelaku pemasaran digital.
Ia meyakini sentra industri di Jawa Barat bisa terus meningkatkan pendapatan masyarakat jika inovasi terus didorong. Karena itu, ajakan agar pengrajin beradaptasi dengan perkembangan zaman menjadi sejalan dengan upaya memperkuat daya saing sektor kreatif di daerah tersebut.
