Ahmad Luthfi Minta 130 Pabrik AMDK Jateng Tak Cuma Tumbuh, Tapi Jaga Air Tanah

Author: Cung Media

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong 130 perusahaan air minum dalam kemasan yang beroperasi di wilayah itu untuk bergerak ke arah industri hijau. Dorongan ini menempatkan keberlanjutan sebagai syarat penting agar pertumbuhan industri tidak mengorbankan sumber daya air.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pemanfaatan air harus dilakukan secara bertanggung jawab. Ia juga meminta pelaku industri memperkuat konservasi sumber daya air, pengelolaan sampah plastik, dan penerapan ekonomi sirkular.

Fokus pada air tanah dan regulasi

Dalam audiensi dengan pengurus Asosiasi Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara atau Amdatara Jawa Tengah-DIY di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (1/7/2026), Luthfi menilai industri AMDK tetap punya peran penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, ia menegaskan pembatasan penggunaan air tanah harus menjadi komitmen bersama agar kegiatan industri tidak mengganggu keberlanjutan sumber daya air.

Ia juga meminta perusahaan mematuhi regulasi dan memperkuat program tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada konservasi lingkungan. Selain itu, ia mendorong penerapan prinsip ekonomi sirkular lewat penghematan air dan energi, penekanan emisi, serta kemitraan dengan bank sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle atau TPS3R.

130 perusahaan di Jawa Tengah dan langkah yang sudah berjalan

Data Utama Keterangan
Total perusahaan AMDK di Indonesia Sekitar 710 perusahaan
Perusahaan AMDK di Jawa Tengah Sekitar 130 perusahaan
Pertumbuhan industri AMDK nasional Sekitar 5,5 persen
Sampah harian Jawa Tengah Sekitar 19.000 ton per hari
Proporsi sampah plastik Lebih dari 14 persen

Ketua Umum DPP Amdatara Karyanto Wibowo menyebut industri AMDK nasional masih tumbuh positif sekitar 5,5 persen. Dari sekitar 710 perusahaan AMDK di Indonesia, sekitar 130 berada di Jawa Tengah.

Karyanto mengatakan Amdatara ingin ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tanpa mengabaikan keberlanjutan. Karena itu, asosiasi menempatkan konservasi sumber daya air sebagai program utama yang didorong ke para anggotanya.

Sejumlah perusahaan AMDK di Jawa Tengah disebut sudah menjalankan langkah pelestarian lingkungan. Salah satunya adalah penanaman sekitar 2.000 pohon di kawasan sumber air.

Pengolahan sampah plastik dan ekonomi sirkular

Inisiatif Lingkungan Lokasi atau Bentuk Catatan
Penanaman pohon Kawasan sumber air Sekitar 2.000 pohon
Pengolahan sampah plastik Semarang, Salatiga, dan Wonosobo Dikembangkan oleh Amdatara
OfTaker plastik daur ulang Skema kemitraan Plastik daur ulang diberi nilai ekonomi dan bisa dipakai kembali sebagai bahan baku

Amdatara juga mengembangkan fasilitas pengolahan sampah plastik di beberapa daerah, termasuk Semarang, Salatiga, dan Wonosobo. Asosiasi itu bahkan membuka peluang menjadi offtaker plastik hasil daur ulang agar material tersebut memiliki nilai ekonomi dan bisa dipakai kembali sebagai bahan baku produk baru.

Dorongan ini menjadi penting karena Jawa Tengah menghasilkan sekitar 19.000 ton sampah setiap hari, dengan lebih dari 14 persen di antaranya berupa sampah plastik. Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dinilai perlu agar pertumbuhan industri tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Source: zonapasar.com
Terbaru