Krisis Siswa SD Negeri Semarang, SDN Purwoyoso 01 Cuma Dapat 3 Murid Baru

Author: Cung Media

Hanya tiga murid baru yang diterima SDN Purwoyoso 01 di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, pada tahun ajaran 2026/2027. Angka itu menjadi salah satu penanda paling jelas bahwa sejumlah SD negeri di kota tersebut sedang menghadapi krisis siswa.

Masalahnya tidak berhenti di satu sekolah. Berdasarkan data Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027, masih ada 1.646 kursi SD negeri yang kosong di Kota Semarang, sementara sedikitnya 22 SD negeri tercatat kekurangan siswa.

Jumlah Pendaftar Menyusut Saat Daftar Ulang

Kepala SDN Purwoyoso 01 Kota Semarang, Hajar Riatiani, mengatakan sekolahnya semula mencatat lima pendaftar secara online. Namun, setelah proses daftar ulang, jumlah itu turun menjadi tiga murid baru.

Data Keterangan
SDN Purwoyoso 01 3 murid baru setelah daftar ulang
Pendaftar online awal 5 calon murid
SD negeri di Semarang yang kekurangan siswa 22 sekolah
Kursi SD negeri masih kosong 1.646 kursi

Meski jumlah siswanya sangat sedikit, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah tetap berjalan di SDN Purwoyoso 01. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan daya tarik sekolah negeri tidak hanya muncul di satu titik, tetapi menyebar di beberapa wilayah Kota Semarang.

Fasilitas Sekolah dan Perubahan Permukiman Ikut Berpengaruh

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menilai salah satu penyebab utama adalah fasilitas SD negeri yang kalah canggih dibanding sekolah swasta. Menurut dia, kondisi itu membuat banyak orang tua memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta.

Ia juga menyebut sejumlah SD negeri berada di kawasan pertokoan dan perkantoran. Akibatnya, jumlah anak usia sekolah di sekitar lingkungan tersebut terus berkurang.

Selain itu, Agustina menyoroti pergeseran permukiman keluarga muda ke wilayah pinggiran Kota Semarang. Perubahan itu ikut memengaruhi jumlah calon peserta didik di sekolah-sekolah yang berada di pusat kota.

Pemerintah Kota Pilih Evaluasi Sebelum Merger

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Kota Semarang belum akan langsung mengambil langkah penggabungan sekolah atau merger. Pemerintah kota memilih melakukan evaluasi lebih dulu terhadap sekolah-sekolah yang minim peminat.

Agustina menyebut pembenahan fasilitas akan menjadi fokus, mulai dari penggantian mebel sekolah, penguatan jaringan internet, hingga percepatan digitalisasi pembelajaran. Pemerintah juga berencana meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan agar mutu pembelajaran lebih baik.

Dengan langkah itu, Pemkot Semarang berharap SD negeri bisa lebih kompetitif di tengah persaingan dengan sekolah swasta. Namun, kondisi 22 SD negeri yang masih kekurangan siswa menunjukkan tantangan pendidikan dasar di Semarang masih jauh dari selesai.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru