Chip H200 buatan Nvidia mulai mengalir ke China, meski masih dalam jumlah terbatas. Perubahan ini menunjukkan sikap Washington terhadap ekspor teknologi canggih ke Negeri Tirai Bambu kembali melonggar.
Padahal, akses ke chip AI tersebut sebelumnya sempat dibatasi ketat. Kini, pengiriman sudah berjalan setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan izin bersyarat sejak akhir 2025.
Persetujuan Ekspor Mulai Bergerak
Wakil Menteri Perdagangan AS untuk Industri dan Keamanan Jeffrey Kessler mengatakan kepada Komite Urusan Luar Negeri DPR bahwa ekspor chip H200 ke China sudah berlangsung dalam jumlah terbatas. Pernyataan itu menjadi sinyal paling jelas bahwa pembatasan yang sebelumnya ketat mulai dilonggarkan.
Namun, dari sisi Beijing, belum ada tanda penerimaan penuh. Presiden China Xi Jinping belum mengeluarkan pernyataan formal bahwa negaranya siap menyambut chip canggih buatan AS tersebut.
| Fakta Utama | Keterangan |
|---|---|
| Chip | H200 buatan Nvidia |
| Status pengiriman | Sudah mulai dikirim dalam jumlah terbatas ke China |
| Otoritas yang menyebut | Jeffrey Kessler, Wakil Menteri Perdagangan AS untuk Industri dan Keamanan |
| Sikap China | Belum ada pernyataan formal dari Presiden Xi Jinping |
ZTE dan Dua Entitas China Ikut Dapat Lampu Hijau
Reuters melaporkan pada Selasa (14/7) bahwa unit produsen alat telekomunikasi China, ZTE, serta dua entitas China lainnya termasuk perusahaan yang mendapat persetujuan AS untuk membeli chip AI buatan Nvidia dan AMD asal AS. Informasi itu memperkuat kesan bahwa akses teknologi tinggi dari AS ke China sedang dibuka bertahap.
Perubahan tersebut juga sejalan dengan langkah Kementerian Perdagangan AS yang menurut Reuters pada Mei lalu telah membuka jalan bagi sekitar 10 entitas China untuk membeli chip H200. Saat itu, belum ada laporan mengenai pengiriman fisik ke China.
Beberapa sumber kala itu menyebut Alibaba, Tencent, dan ByteDance termasuk di antara perusahaan yang masuk daftar persetujuan untuk membeli chip H200. Meski begitu, penjualan chip ini tetap sensitif karena berkaitan langsung dengan persaingan teknologi antara AS dan China.
| Entitas | Status | Keterangan |
|---|---|---|
| ZTE | Mendapat persetujuan | Termasuk pihak yang diizinkan membeli chip AI buatan Nvidia dan AMD |
| Dua entitas China lainnya | Mendapat persetujuan | Juga diizinkan membeli chip AI buatan Nvidia dan AMD |
| Sekitar 10 entitas China | Masuk daftar persetujuan | Disebut telah dibuka jalannya untuk membeli chip H200 pada Mei lalu |
Tarik-Menarik Teknologi Belum Reda
Washington masih berupaya membatasi akses Beijing terhadap chip mutakhir yang bisa digunakan untuk aplikasi militer. Karena itu, setiap pelonggaran izin ekspor selalu memicu perdebatan di internal politik AS.
Anggota DPR AS Gregory Meeks, politisi Demokrat senior di Komite Urusan Luar Negeri DPR, mengkritik Kementerian Perdagangan karena tidak memasukkan perusahaan China mana pun ke dalam daftar pengendalian ekspor sejak bulan Oktober. Ia menyebut periode itu sebagai yang terlama dalam lebih dari satu dekade.
Meeks juga menilai Trump telah menjadikan pengendalian ekspor sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi yang lebih luas dengan China. Menurutnya, pembukaan akses perizinan teknologi yang makin meluas bisa melemahkan langkah-langkah perlindungan yang selama ini dijaga Washington.
Di tengah tekanan politik tersebut, pengiriman terbatas chip H200 ke China menandai arah kebijakan ekspor teknologi AS yang bergerak lebih terbuka. Namun, tanpa pernyataan resmi dari Beijing, status penerimaan China atas chip itu masih belum sepenuhnya jelas.
