Krakatau Pipe Kerek 10 Ribu Ton Pipa Ke Karian, Mesin Baja Nasional Di Balik Air Untuk 1,84 Juta Jiwa

PT Krakatau Pipe Industries mulai menyalurkan pipa baja untuk proyek Karian Dam-Serpong Water Conveyance System atau KSCS paket 2 dan 3 di Cilegon. Pengiriman perdana ini menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional yang berfungsi memperkuat pasokan air baku bagi warga di Banten dan DKI Jakarta.

Proyek tersebut dirancang untuk menopang kebutuhan air minum bagi 1,84 juta jiwa. Air akan dialirkan melalui jaringan pipa sepanjang 43 kilometer dari Bendungan Karian di Lebak menuju Serpong, sehingga proyek ini memegang peran penting dalam perluasan akses air bersih di wilayah penyangga ibu kota.

Pasokan besar untuk infrastruktur air

Krakatau Pipe menyiapkan total pasokan 10.390 ton pipa atau setara 16.464 meter. Material ini menjadi komponen utama dalam pembangunan jaringan distribusi air berskala besar yang membutuhkan ketahanan, presisi, dan standar produksi yang ketat.

Jenis pipa yang digunakan adalah Submerged Arc Welding atau HSAW dengan diameter 72 inci dan 80 inci. Pipa tersebut diproduksi mengikuti standar internasional AWWA C200 agar lebih sesuai untuk kebutuhan distribusi air jangka panjang.

Produksi melewati pengujian teknis

Direktur Produksi dan Teknologi Krakatau Pipe, Erwin Saputra, menyebut pengiriman perdana itu sebagai langkah awal pelaksanaan proyek. Ia menegaskan seluruh proses produksi sudah melewati Factory Acceptance Test atau FAT sebelum dikirim ke lokasi pekerjaan.

Erwin juga menekankan bahwa perusahaan menjaga standar kualitas dan ketepatan waktu agar pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai rencana. Dalam proyek seperti KSCS, kesiapan teknis menjadi faktor penting karena pipa harus memenuhi spesifikasi besar dan kebutuhan instalasi yang terukur.

Dukungan industri baja nasional

Direktur Utama Krakatau Pipe, Hengki Purwoko, menilai keterlibatan perusahaan menunjukkan kontribusi nyata industri baja domestik dalam pembangunan infrastruktur nasional. Ia menyebut partisipasi dalam KSCS sebagai kebanggaan karena perusahaan dipercaya menangani proyek yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Hengki juga melihat proyek ini sejalan dengan arah pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang menjadi prioritas pemerintah pusat. Dalam konteks itu, pasokan pipa tidak hanya terkait aktivitas industri, tetapi juga mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat.

Keterlibatan banyak pihak di lapangan

Pelaksanaan paket 2 dan 3 dalam proyek KSCS melibatkan konsorsium kontraktor PP-JO serta WIKA-JO. Keterlibatan beberapa pihak ini menunjukkan bahwa proyek air berskala besar membutuhkan koordinasi teknis dari tahap produksi hingga instalasi di lapangan.

Koordinasi tersebut penting karena jaringan pipa harus disiapkan dengan standar mutu yang konsisten. Selain itu, alur pekerjaan juga harus berjalan selaras agar pasokan material dan pekerjaan konstruksi tidak saling menghambat.

Kapasitas produksi dan fasilitas pendukung

Krakatau Pipe disebut memiliki kemampuan produksi hingga 220.000 ton per tahun. Perusahaan juga didukung fasilitas pelapisan anti korosi seluas 800.000 meter persegi untuk kebutuhan industri migas maupun air.

Kapasitas itu memberi ruang bagi perusahaan untuk menangani proyek infrastruktur berskala besar seperti KSCS. Dengan spesifikasi pipa berdiameter besar dan tuntutan teknis yang ketat, pasokan lebih dari 10 ribu ton ini menjadi bagian penting dalam membangun jalur air dari Bendungan Karian menuju Serpong.

Dalam proyek yang dirancang untuk melayani jutaan warga, kualitas material dan ketepatan suplai menjadi dua unsur yang saling menentukan. Karena itu, pengiriman perdana pipa baja dari Krakatau Pipe menandai peran penting industri baja nasional di balik pembangunan infrastruktur air yang menopang kebutuhan 1,84 juta jiwa.

Baca Juga

Back to top button