KPK Masih Menyisir Kasus Whoosh, Kenapa Baru Di Tahap Awal?

Komisi Pemberantasan Korupsi masih menempatkan dugaan korupsi di proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh di tahap penyelidikan awal. Status itu membuat publik bertanya, mengapa perkara yang sudah menyedot perhatian justru belum bergerak ke penyidikan.

KPK menegaskan prosesnya tidak berhenti. Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan tim penyelidik masih menjalankan sejumlah langkah untuk menelusuri dugaan tersebut, meski lembaga antirasuah itu tengah menangani banyak perkara lain sekaligus.

Masih di tahap awal

Budi menyebut penanganan dugaan korupsi Whoosh belum naik ke penyidikan dan masih berjalan sebagai preliminary inquiry. KPK juga menegaskan bahwa kasus ini belum mandek dan masih berada dalam penelusuran awal sejak awal 2025.

Pernyataan itu penting karena menunjukkan bahwa status perkara belum berubah ke fase yang lebih jauh. Dengan kata lain, KPK masih mengumpulkan dan memeriksa bahan untuk memastikan arah penanganan berikutnya.

Beban kerja jadi alasan utama

KPK menjelaskan hambatan utama bukan pada berhentinya perkara, melainkan pada pengelolaan banyak kasus dalam waktu bersamaan. Budi mengatakan lembaganya sedang menangani berbagai perkara, termasuk operasi senyap dan operasi tangkap tangan di sejumlah daerah dalam beberapa bulan terakhir.

Kondisi itu membuat prioritas penanganan harus dibagi dengan cermat. KPK menegaskan pembagian kerja tersebut perlu agar seluruh proses tetap berjalan tanpa mengganggu perkara lain yang juga sedang diproses.

Sorotan publik kian besar

Perhatian terhadap proyek ini menguat setelah Mahfud MD mengunggah video di kanal YouTube-nya pada 14 Oktober 2025. Dalam video itu, mantan menteri koordinator bidang politik, hukum, dan keamanan tersebut mengaku ada dugaan pembengkakan biaya dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Mahfud menyebut Indonesia menghitung biaya sebesar US$52 juta per kilometer, sedangkan China memperkirakan US$17–18 juta per kilometer. Ia mempertanyakan selisih itu dan meminta dugaan markup tersebut diselidiki.

Respons KPK terhadap pernyataan Mahfud

Setelah video itu beredar, KPK meminta Mahfud menyampaikan laporan resmi pada 16 Oktober 2025. Pada 26 Oktober 2025, Mahfud kemudian mengatakan siap memberi keterangan.

Rangkaian respons itu membuat perkara Whoosh semakin berada di bawah sorotan publik. Namun, sampai penegasan terbaru diberikan, KPK tetap menyatakan bahwa status penanganan belum bergeser dari tahap penyelidikan awal.

Penelusuran belum ditutup

KPK menekankan bahwa penyelidikan tetap berlangsung dan tidak dihentikan. Lembaga itu juga menyampaikan bahwa langkah-langkah pemeriksaan masih dilakukan dalam penelusuran dugaan korupsi proyek tersebut.

Penegasan ini menunjukkan bahwa proses hukum masih bergerak di belakang layar. Di tengah beban perkara yang tinggi, KPK memilih menjaga jalur penanganan tetap aktif sambil menyeimbangkan prioritas pada kasus-kasus lain yang juga berjalan.

Source: jatim.antaranews.com

Baca Juga

Back to top button