Pasar saham Korea Selatan tersentak keras ketika indeks KOSPI anjlok lebih dari 8 persen sesaat setelah pembukaan perdagangan pada hari Senin. Otoritas pasar modal kemudian menghentikan sementara transaksi selama 20 menit untuk meredam kepanikan yang menyebar cepat di bursa.
Langkah darurat itu menunjukkan betapa tajam tekanan jual yang menghantam pasar Korea Selatan sejak bel pembukaan berbunyi. Bursa Efek Korea mengaktifkan sistem pengaman otomatis atau circuit breaker ketika penurunan dianggap terlalu dalam.
Perdagangan dihentikan saat tekanan jual memuncak
Circuit breaker bekerja tak lama setelah pasar resmi dibuka dan menghentikan seluruh aktivitas perdagangan saham. Kebijakan ini berlaku untuk saham-saham yang tercatat dalam Korea Composite Stock Price Index atau KOSPI.
Tekanan paling berat datang dari saham-saham sektor teknologi dengan kapitalisasi pasar besar. Begitu perdagangan dimulai, pelemahan tajam langsung menyeret indeks acuan Korea Selatan ke level yang memicu intervensi sistem pengaman.
Gejolak dari Wall Street ikut menekan Asia
Keputusan menghentikan perdagangan tidak lepas dari tekanan global yang lebih dulu terasa di Wall Street. Bursa Korea ikut tertekan setelah pasar saham Amerika Serikat melemah pada akhir pekan lalu.
Di AS, saham-saham sektor semikonduktor mencatat penurunan harian terbesar sejak Maret 2020. Kejatuhan saham cip global itu kemudian merembet ke pasar Asia dan memperburuk sentimen investor di kawasan.
Data ketenagakerjaan Amerika Serikat untuk bulan Mei juga menambah tekanan. Hasilnya jauh lebih kuat dari perkiraan awal dan memicu pembacaan baru di kalangan pelaku pasar.
Kekhawatiran soal arah kebijakan The Fed
Kuatnya pasar tenaga kerja AS menimbulkan kekhawatiran baru terkait langkah Federal Reserve atau The Fed. Investor mulai cemas bank sentral AS akan mengambil sikap yang lebih agresif.
Salah satu kekhawatiran utama adalah peluang kenaikan suku bunga acuan kembali. Kekhawatiran ini menambah tekanan pada aset berisiko, termasuk saham-saham teknologi yang sudah lebih dulu tertekan.
Gabungan antara aksi jual besar di saham teknologi dan kekhawatiran suku bunga tinggi AS menekan banyak bursa regional. Namun, Korea Selatan menerima dampak paling berat karena bobot saham teknologi sangat besar di dalam indeks KOSPI.
Dampak paling terasa di pasar Korea
Struktur indeks yang berat ke sektor teknologi membuat gejolak global cepat terasa di Seoul. Ketika saham semikonduktor di AS jatuh dan ekspektasi suku bunga berubah, pasar Korea kehilangan pijakan dalam waktu singkat.
Itu sebabnya otoritas pasar harus mengandalkan perlindungan otomatis untuk menahan kepanikan lebih lanjut. Penghentian sementara selama 20 menit menjadi sinyal bahwa tekanan jual sudah melampaui ambang yang bisa ditoleransi pasar pada saat itu.
Kondisi ini juga menegaskan betapa cepat sentimen global menjalar ke bursa Asia. Saat pasar Amerika terguncang dan arah suku bunga kembali diperdebatkan, indeks KOSPI menjadi salah satu yang paling rentan karena dominasi saham teknologi di dalamnya.
