Jumlah korban tewas akibat dua gempa bumi besar yang mengguncang Venezuela kini mencapai 164 orang. Di tengah kerusakan luas, pemerintah setempat masih berpacu mengevakuasi warga yang diduga terjebak di bangunan runtuh.
Data terbaru itu disampaikan Penjabat Presiden Delcy Rodriguez pada Kamis. Sebelumnya, ia melaporkan 32 korban tewas dan lebih dari 700 orang luka-luka, namun angka tersebut terus berubah seiring pencarian dan penyelamatan berlangsung.
Guncangan kuat melanda pantai utara
Gempa bermagnitudo 7,2 dan 7,5 terjadi pada Rabu malam dan menjadi salah satu yang terkuat yang pernah melanda Venezuela dalam lebih dari 100 tahun. Dampaknya terasa luas di wilayah pantai Karibia utara dan memicu peringatan tsunami di kawasan tersebut.
Rodriguez kemudian menetapkan keadaan darurat nasional setelah dampak gempa menjalar ke sejumlah kawasan pemukiman. Fokus utama pemerintah kini tertuju pada penyelamatan korban yang masih kemungkinan terjebak di rumah dan bangunan yang ambruk.
La Guaira disebut paling terdampak
Survei Geologi AS atau USGS menyebut La Guaira, dekat Caracas, sebagai negara bagian yang paling terdampak. Lembaga itu juga memperkirakan ada kemungkinan 42 persen jumlah korban tewas berada di kisaran 10.000 hingga 100.000, meski angka tersebut masih merupakan proyeksi awal.
TeleSur, mengutip pernyataan Rodriguez, melaporkan bahwa otoritas masih memusatkan perhatian pada operasi penyelamatan dan penanganan korban. Situasi di lapangan disebut masih dinamis karena tim terus menyisir titik-titik yang mengalami reruntuhan paling parah.
Respons darurat terus berlangsung
Skala kerusakan membuat gempa ini menjadi perhatian besar di dalam dan luar Venezuela, terutama karena kekuatannya tergolong ekstrem. Dengan jumlah korban yang masih berpotensi bertambah, pemerintah menghadapi tekanan untuk mempercepat evakuasi dan pencarian di wilayah pesisir utara.
USGS menyebut Venezuela utara diguncang serangkaian gempa ganda yang luar biasa. Informasi teknis itu menegaskan besarnya energi yang dilepaskan dari peristiwa yang kini masih menuntut operasi penyelamatan intensif di berbagai daerah terdampak.
Source: www.viva.co.id






