Gamsunoro Lolos dari Selat Hormuz, Pertamina Hitung Ulang Risiko Jalur Paling Rawan

Kapal tanker Gamsunoro milik Pertamina akhirnya berhasil melintas aman dari Selat Hormuz setelah sempat tertahan selama beberapa bulan di tengah ketegangan kawasan. Perjalanan itu dilakukan dengan pengamanan berlapis, koordinasi intensif, dan penilaian risiko yang ketat.

Selat Hormuz sendiri tetap menjadi titik paling sensitif bagi distribusi energi global karena posisinya yang vital. Dalam kondisi seperti itu, setiap pergerakan kapal harus menimbang keamanan, kondisi lalu lintas, dan risiko geopolitik secara bersamaan.

Koordinasi dengan pemerintah jadi kunci

Pjs. Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan keputusan menggerakkan Gamsunoro diambil setelah pembahasan risk assessment selama satu bulan terakhir. Proses itu juga melibatkan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri.

Vega menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, atas dukungan selama proses pelayaran. Menurut dia, pemilihan waktu dan rute tidak dilakukan sembarangan, melainkan melalui penilaian yang sangat ketat.

Puluhan syarat harus dipenuhi sebelum berangkat

Sebelum kapal bergerak, PT Pertamina International Shipping mencatat puluhan persyaratan yang wajib dipenuhi. Syarat itu mencakup asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru.

Setelah seluruh syarat dianggap memadai, Gamsunoro mulai bergerak dari Teluk Arab pada Rabu pukul 01.06 waktu Dubai atau sekitar pukul 04.06 WIB. Kapal kemudian melaju dengan kecepatan 7,5 knot dan menempuh perjalanan selama 16 jam.

Dipantau 24 jam selama melintas

Gamsunoro tiba di mulut Selat Hormuz sekitar pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 16.00 WIB. Empat jam kemudian, kapal dinyatakan berhasil melintasi selat dan mencapai titik aman.

Selama pelayaran, kapal dipantau 24 jam penuh oleh tim di laut dan tim darat yang bersiaga di crisis center PIS. Perusahaan juga terus berkomunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan otoritas terkait untuk memantau situasi secara real time.

Armada lain masih menunggu giliran

Keberhasilan Gamsunoro dipandang sebagai bagian dari upaya PIS menjaga operasional pelayaran di tengah ketidakpastian geopolitik global. Fokus itu penting karena Selat Hormuz termasuk salah satu jalur distribusi energi paling strategis di dunia.

Di kawasan Teluk Arab, VLCC Pertamina Pride juga masih bersiap bergerak sambil terus mengevaluasi keamanan, kondisi lalu lintas, kepadatan, risiko lain, dan rekomendasi internasional. PIS meminta dukungan publik agar kapal tersebut juga dapat melintas dengan aman melalui jalur yang sama.

Source: www.suara.com

Terkait