Rencana pemerintah menjadikan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih sebagai jalur penyaluran subsidi memunculkan kekhawatiran bagi agen dan pangkalan kecil di desa. Namun, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan jaringan agen, termasuk agen LPG, tidak akan dihapus.
Perubahan ini berpotensi mengubah peta distribusi barang bersubsidi di tingkat desa dan kelurahan. Pemerintah masih menyiapkan aturan teknis agar koperasi dapat berjalan berdampingan dengan jaringan penyalur yang sudah ada.
Kopdes Jadi Salah Satu Titik Penyaluran
Menurut Ferry, arahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan Kopdes Merah Putih sebagai pusat penyaluran barang subsidi langsung kepada masyarakat. Komoditas yang disebut meliputi LPG 3 kg, pupuk, dan beras.
Koperasi desa dan kelurahan juga direncanakan menerima penugasan untuk menyalurkan sejumlah bantuan pemerintah. Perannya tidak hanya terbatas pada penjualan atau distribusi kebutuhan bersubsidi.
| Jenis Penyaluran | Komoditas atau Program | Peran Kopdes Merah Putih |
|---|---|---|
| Barang subsidi | LPG 3 kg | Disiapkan sebagai jalur penyaluran kepada masyarakat |
| Barang subsidi | Pupuk | Disiapkan sebagai jalur penyaluran kepada masyarakat |
| Barang subsidi | Beras | Disiapkan sebagai jalur penyaluran kepada masyarakat |
| Bantuan pemerintah | Beras 10 kg PKH, bantuan tunai, dan pertanian | Ditugaskan untuk menyalurkan bantuan |
Agen dan Pangkalan Tetap Diperhitungkan
Ferry menyatakan pembagian peran antara koperasi, agen, dan pangkalan akan diatur oleh kementerian teknis serta lembaga terkait. Pertamina disebut ikut terlibat dalam pembahasan teknis penyaluran tersebut.
“Ya diatur, itu teknisnya, diatur oleh Kementerian teknis kemarin juga ada Dirut Pertamina,” ujar Ferry usai Seminar Nasional KDKMP di Gedung Sasana Kriya TMII, Jakarta Timur, Kamis (16/7). Ia menekankan barang bersubsidi diarahkan untuk disalurkan langsung kepada masyarakat melalui koperasi desa dan kelurahan.
Meski demikian, penyaluran melalui Kopdes Merah Putih tidak berarti seluruh jatah distribusi akan dipindahkan dari agen dan pangkalan. Jumlah koperasi disebut masih mencapai ribuan, sedangkan jaringan agen dan pangkalan berada pada kisaran belasan hingga puluhan ribu.
Perbedaan jumlah titik distribusi itu menjadi alasan pemerintah tidak menempatkan koperasi sebagai satu-satunya penyalur. Ferry mengatakan pembagian penyaluran dapat diatur tanpa memberikan seluruh porsi kepada koperasi.
“Enggak, dikurangin ada lah. Jangan semuanya kan koperasi kan jumlahnya ada ribuan agen ada belasan atau puluhan ribu pangkalan itu kan nanti bisa diatur,” kata Ferry. Pernyataan tersebut menjadi kepastian awal bahwa agen desa masih masuk dalam skema distribusi yang sedang disusun.
Penyaluran Bantuan Sosial hingga Layanan Bank
Selain barang subsidi, Kopdes Merah Putih direncanakan menyalurkan beras 10 kg untuk Program Keluarga Harapan atau PKH. Koperasi juga disiapkan untuk mendistribusikan bantuan tunai bagi masyarakat miskin desil 1 dan 2 serta bantuan pertanian.
Penugasan ini membuat koperasi desa dan kelurahan diproyeksikan menjadi saluran layanan bagi penerima program pemerintah. Skema tersebut akan menambah fungsi koperasi di luar aktivitas ekonomi anggota dan warga setempat.
Ferry juga membuka kemungkinan Kopdes Merah Putih menjadi outlet jasa layanan perbankan. Pembiayaannya dapat memakai skema channeling Kredit Usaha Rakyat dari bank maupun pembiayaan Mekaar di Bank Rakyat Indonesia.
“Ataupun juga nanti menjadikan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih itu sebagai outlet jasa layanan dari perbankan juga bisa,” lanjut Ferry. Kemungkinan itu masih menjadi bagian dari fungsi koperasi yang sedang dipertimbangkan pemerintah.
CNN Indonesia melaporkan rincian pembagian titik penyaluran antara koperasi, agen, dan pangkalan belum dipaparkan. Pengaturan lanjutan akan ditentukan oleh kementerian atau lembaga yang berwenang dalam pelaksanaan distribusi subsidi.
Bagi agen di desa, kepastian yang telah disampaikan adalah keberadaan mereka tidak dihapus dari rencana baru tersebut. Tahap berikutnya akan menentukan bentuk kerja sama dan pembagian porsi antara jaringan agen dengan Kopdes Merah Putih.
